Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:41

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Kumis Aksesoris Alami, Antara Kejantanan & Rasa Geli

Oleh: Raka Pramudya - Rabu 16 September 2015 | 19:00 WIB

Kumis Aksesoris Alami, Antara Kejantanan & Rasa Geli

net

Kumis memang pernah dan masih menjadi tren mode. Dari kumis tipis hiasan sampai kumis tebal menyebalkan, banyak yang menganggap kumis sebagai lambang kejantanan. Tentu saja berhubungan dengan kejantanan, wong perempuan mah engga berkumis. Kecuali ada kelainan hormon. Tidak jelas sejak kapan kumis menjadi tren.

 

Dalam sejarah pionir Amerika memang pada jaman koboi-koboi menggiring sapi itu, sempat ada tren mode memelihara kumis sebesar mungkin dan selebat mungkin. Wild Wild West bisa jadi juga dipelesetkan menjadi Wild Wide Whiskers, menurut saya. Wyatt Earp , tojoh legendaris Wild Wild West yang beberapa kali cerita kehidupan dan persahabatannya dengan Doc Holliday seringkali difilmkan, beberapa dekade memelihara kumis yang besar dan melengkung bak tanduk bison.

 

Saking besarnya bibirnya sampai tidak kelihatan. Mungkin kalau makan, kumisnya mesti dikucir dulu.Eh ternyata Sheffield di tahun 1904 pernah memproduksi sendok khusus untuk pemilik kumis yang memperhatikan pemeliharaan kumis dan keberadaannya, sehingga saat makan sup menggunakan sendok khusus tersebut agar kumis indahnya tak terganggu.

 

Kumis sendiri dalam dunia permodelan kumis, memiliki berbagai macam model seperti halnya model rambut. Ngetop dan tidaknya suatu model kumis, tergantung dengan tren mode pada saat itu. Ada model "Imperial" yang besar dan melengkung, namun ujungnya tidak lancip melainkan lentik,  yang pernah jadi model kumis para raja dan bangsawan Eropa.

 

 Ada  model "Fu-Manchu", kumis tipis panjang bak sungut lele, yang jadi model para Kaisar negeri Cina. Ada model Chevron yang lebat bak sikat, ada model Mexican tebal lebar, ada model Sepatu Kuda, yang melengkung seperti huruf U terbalik.  Ada model 'Handlebar' yang seperti gagang pintu. Namun semua model yang dimaksud tergantung dari yang memberikan nama.  (bbs)

Komentar