Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:19

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

Warga Campakamulya Diserang Batuk dan Gatal Gatal

Oleh: Zenal Mustari - Senin 10 Agustus 2015 | 03:13 WIB

Warga Campakamulya Diserang Batuk dan Gatal Gatal

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Warga Kecamatan Campaka mulai mengeluh. Pasalnya, sejak musim kemarau anak-anak yang ada di kampung tersebut mulai terserang penyakit batuk dan gatal-gatal.

Menurut salah satu warga Desa Cimenteng, Ratna mengatakan, anaknya sudah satu minggu ini terserang penyakit batuk dan gatal-gatal, seperti berbentuk bidal dan hampir menyerang seluruh tubuh.

“Kami sempat khawatir dengan penyakit tersebut, namun setelah konsultasi dengan bidan terdekat ternyata memang disebabkan karena cuaca saat ini kurang baik terutama untuk anak-anak,” ujar Ratna kepada "BC” kemarin.

Ratna dan warga lainnya sempat khawatir namun setelah diperiksa ke bidan setempat, ternyata sudah puluhan anak yang terkena penyakit gatal-gatal dan batuk seperti itu.

Terpisah, kepala Puskesmas Campakamulya Wahyu mengatakan, membenarkan sejak memasuki musim kemarau ada beberapa anak-anak yang terkena penyakit gatal-gatal dan batuk. Beberapa diantaranya bahkan terjangkit Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

 

“Ini disebabkan cuaca yang kurang baik, apalagi anak-anak sangat mudah sekali terkena penyakit tersebut,” kata dia.

 

Ia mengaku sudah puluhan anak yang sudah terkena penyakit gatal-gatal dan batuk sejak memasuki perubahan cuaca ini, khususnya menjelang musim kemarau.

 

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar bisa terhindar dari beberapa penyakit yang mengancam saat musim kemarau.

"Di musim kemarau ini yang harus diantisipasi yaitu penyakit diare. Petugas Puskesmas harus memberikan penyuluhan siaga terhadap penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir jika hal itu terjadi, karena petugas Puskesmas kami sudah mengalokasikan oralit sebanyak 1.000 bungkus untuk masyarakat yang ada di 5 desa," pungkasnya. ***

 

Komentar