Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:41

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Pasokan Minim, Pengusaha Kayu Galau

Oleh: Misbah Hidayat - Senin 10 Agustus 2015 | 03:43 WIB

Pasokan Minim, Pengusaha Kayu Galau

Net

BERITACIANJUR.COM – Pedagang kayu industri tetap bertahan di tengah pesatnya kemajuan zaman. Hal tersebut disinyalir dikarenakan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya terhadap bahan baku yang terbuat dari besi dan baja.

Salah seorang pengusaha bahan baku bangunan yang berasal dari kayu Cupiyandi (27) warga Kampung Cikaroya RT 04/06 Desa Cikoraya Kec. Warungkondang mengatakan, pesatnya kemajuan  zaman tidak membuat usahanya meredup karena ditinggalkan konsumen.

“Malah yang ada , kebanyakan masyarakat hanya percaya kepada bahan bangunan yang terbuat dari kayu. Meskipun belakangan ini banyak kontruksi bangunan yang terbuat dari baha baku baja dan besi,” ucap Cupiyandi kepada “BC” Minggu (9/8).

Meski demikian kata dia, kondisi yang ada saat ini tidak lantas membuatnya tenang dalam menjalankan bisnisnya. Karena bagaimana pun, kata dia, pesatnya kemajuan zaman, dikhawatirkan bisa merubah pola pikir masyarakat yang ada saat ini.

“Terlebih, dengan ketersediaan bahan baku yang berasal dari kayu lambat laun sudah mulai berkurang, hal tersebut dikarenakan jumlah petani yang menanam pohon kayu dari tahun ketahun terus menunjukan penurunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Surah (30) salah satu konsumen bahan baku kontruksi yang terbuat dari kayu mengatakan, dengan bermunculannya bahan baku kontruksi bangunan yang  terbuat dari material besi dan baja tidak membuatnya berpaling dari bahan baku kayu.

“Iya, kalau secara logika mungkin bahan baku bangunan yang terbuat dari besi dan baja lebih kuat. Namun kalau dilihat dari segi keamanan saya lebih pilih bahan baku kayu,” paparnya.

Selama ini, kata dia, kayu yang digunakan sebagai kontruksi bangunan belum pernah berdampak negative pada keberlang

sungan hidup masyarakat. Terlebih kata dia, bahan kayu itu sendiri ramah lingkungan. ***

 

Komentar