Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Istana Cipanas, Istana Rakyat dengan Sejumlah Momen Historis

Asri Fatimah

Sabtu, 19 September 2015 - 13:02 WIB

ilustrasi bc.com
ilustrasi bc.com
A A A

ISTANA Kepresidenan Cipanas memang istimewa. Selain tercatat sebagai Istana Kepresidenan  tertua di tanah air, keberadaan Istana Cipanas juga acap kali menjadi saksi sejarah momentum penting, baik dalam ruang lingkup nasional maupun internasional.

Istana Kepresidenan Cipanas tergolong istana paling tua dibanding dengan lima Istana Kepresidenan lainnya Istana Negara Jakarta, Istana Merdeka Jakarta, Istana Bogor, Gedung Agung Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring Bali).
 

Salah satu peninggalan sejarah kebanggaan warga Cianjur ini terletak persis di kaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat (Jabar) dengan ketinggian  1.100 meter diatas permukaan laut.

Adapaun akases menuju Istana Cipanas kurang lebih 103 kilometer dari arah Jakarta dan 83 kilometer dari arah Bandung. Jarak yang relatif lebih mudah dijangkau dari pusat kota utama, apalagi jika situasi dan kondisi arus lalu lintas benar-benar lancar tanpa keberadaan titik-titik kemacetan di ruas jalan tertentu yang dilalui.

Beberapa sudut Istana Cipanas 

Peninggalan catatan sejarah menuliskan, Istana Cipanas dibangun jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, persisnya pada masa kolonial Belanda (1740-1742).

Istana yang terletak di ruas jalan perlintasan Jakarta-Bandung ini dibanguan Gubernur Jendral Gustaaf William Baron Van Imhoof, yang idenya berawal dari penemuan sumber air panas besuhu 43 derajat celcius yang mengandung zat belerang dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Luas keseluruhan komplek istana ini mencapai 26 hektar. Dari total areal seluas itu, hingga sekarang hanya sekitar 8.000 meter persegi saja yang digunakan untuk bangunan. Selebihnya dikembangkan menjadi padang rumput, pusat tanaman hias, dan tanaman keras yang ditata sedemikian rupa sebagai miniatur hutan lindung.

Maka itu, tak heran jika Istana Cipanas termasuk salah satu istana yang paling banyak dikenal dengan tanamannya, baik berupa tanaman hias maupun tanaman herbalia, yang pengembangannya mulai serius dilakukan oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono tahun 2012 lalu.

Adapun jumlah tanaman yang dibudidayakan sebanyak 433 jenis, yang tersebar diatas lahan seluas 4.161 meter persegi. Tanaman herbal yang dikembangkan di dalamnya termasuk jenis tanaman herbal paling bagus di tanah air, yang menurut  hasil penelitian LIPI  terdiri dari 1.334 spesimen, 171 spesies, 132 marga, dan 61 suku.

Pada masa pemerintahan  kolonial Belanda, Istana Cipanas banyak digunakan sebagai tempat perisitirahatan para Gubernur Jendral. Diantaranya Gustaaf William Baron Van Imhoff, Andreas Cornelis De Graaf, Bonafacius Cornelis De Jonge, dan Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer.

Menginjak masa pemerintahan penjajahan Jepang, Istana Cipanas digunakan untuk persinggahan para pembesar Jepang yang kebetulan menempuh rute perjalanan Jakarta-Bandung  atau sebaliknya.

Dan setelah kemerdekaan, Istna Cipanas resmi ditetapkan sebagai salah satu Istna Kepresidenan Republik Indonesia dan difungsikan sebagai tempat peristirahatan presiden atau wakil presiden beserata keluarganya.

Meski secara khusus ditetapkan sebagai tempat peristirahatan presiden maupun wakil presiden, dalam praktiknya Istana Cipanas sering kali digunakan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan peristiwa-peristiwa besar bersejarah, baik di bidang politik, ekonomi, maupun hubungan antarbangsa.

Ho Chi Minh dan Bung Karno di Istana Cipanas, tahun 1959.​

Pada 13 Desember 1965, Istana Cipanas menjadi saksi lahirnya  peristiwa bersejarah di bidang ekonomi di tanah air. Saat itu, ruang sidang induk digunakan sebagai tempat Presiden Soekarno memimpin sidang kabinet guna menetapkan perubahan nilai mata uang dari Rp. 1.000 menjadi Rp. 1, yang dikenal dengan istilah Sanaring.

Kegiatan lain yang tidak kalah penting terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto. Tepatnya 14-17 April 1993 atas inisiatifnya Istana Cipanas dijadikan tempat pertemuan antara kelompok yang bertikai di Filipina, yakni pemerintahan Philipina dengan kelompok Moro National Liberation Front (MNLF), pimpinan Nurmisuari. Upaya perundingan tersebut dipimpin Mentri Luar Negri RI, Ali Alatas.

Diluar itu, juga masih banyak pristiwa penting lainnya. Seperti Diplomate Gathering 13 April 2013 dan rapat-rapat besar antara presiden dengan para mentrinya. Istana Cipanas juga sering dijadikan tempat penyelenggaranan even nasional, seperti evien Karya Seni Se-Indonesia yang dilaksanakan 12 September lalu.

 

Istana Terbuka untuk Rakyat

Dibalik lika liku sejarah dan pengambilan kebijakan penting dalam urusan kenegaraan, masih terdapat hal-hal lain yang tidak kalah menentukan, hingga mampu menempatkan Istana Cipanas sebagai bagian sejarah bangsa yang sangat istimewa.

Ibu Tin dan Soeharto menikmati udara taman Istana Cipanas

Salah satunya, lahir keputusan pemerintah yang dengan tegas membuka akses berkunjung ke Istana Cipanas  bagi masyarakat luas. Kebijakan perluasan akses berkunjung ini praktis akan turut memposisikan keberadaan istana menjadi jauh lebih istimewa di mata masyarakat. Sebab setelah bertandang ke istana, masyarakat setidakya diharapkan menjadi tahu sejumlah peristiwa penting bersejarah yang pernah terjadi di dalamnya.

   

Menurut Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokoler Istana Cipanas, Jajat Sudrajat kebijakan yang dikenal dengan program Istana Terbuka untuk Rakyat (ISTURA) ini sebenarnya sudah diprogramkan sejak jaman pemerintahan Presiden Suharto, persisnya  tahun 1974. Hanya saja, gaungnya memang baru terdengar luas pada masa pemerintahan Presiden SBY.

ISTURA, lanjut Jajat, berlangsung selama hari kerja, mulai dari Senin sampai Jumat. Terkadang hari Sabtu dan Minggu juga bisa digunakan dengan catatan untuk kunjungan yang bersifat mendesak dan tentunya harus atas seizin kepala istana. Program tersebut hingga sekarang masih berlangsung dan sepertinya akan terus berlanjut.

Mantan presiden SBY dan keluarga di Istana Cipanas

Keberuntungan warga sekitar atas keberadaan Istana Cipanas ini antara lain terjadi saat ada tamu datang ke Cipanas, yang secara langsung turut menggerakan  roda perekonomian warga. Semakin banyak tamu, roda perekonomian warga pun otomatis semakin meningkat.

“Bayangkan saja jika jumlah tamu sampai ada 1.000 orang, maka kita pasti menyediakan 1.000 air minum untuk tamu. Dan itu kita belanjanya pasti di wilayah Cipanas, termasuk pemesanan makanan untuk para tamu,” kata Jajat Kamis (17/9).

Masih menurut Jajat, khusus untuk menunjang kerja presiden dalam mengatur negeri ini, sesuai visi misi Istana Cipanas, di istana terdapt beberapa fasilitas penunjang penting.

Diantaranya ada bangunan induk yang dikenal dengan sebutan gedung induk, delapan banguan paviliun dengan nama-nama tertentu, dan bangunan lainnya, seperti gedung bentol, kolam pancing, masjid, perpustakaan, rumah bunga, gedung kantor, kolam renang, musium, taman herbalia, dan rumah pemandian air panas alami.

Dianatar fasilitas tersebut, ada satu gedung yang terbilang istimewa, yakini gedung bentol. Gedung ini merupakan favorit Soekarno saat mencari inspirasi. Dianatar gedung-gedung yang ada, hanya dua gedung saja yang dibanguan pasca kemerdekaan, yakni Pavilion Nakula dan Sadewa. (zlf)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…