Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:45

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Banyak Lahan Dijual, Petani Cipanas Terancam Banting Setir

Oleh: Asri Fatimah - Kamis 13 Agustus 2015 | 10:09 WIB

Banyak Lahan Dijual, Petani Cipanas Terancam Banting Setir

BERITACIANJUR.COM – Lahan pesawahan telah menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet. Namun, saat ini pemiliknya didominasi oleh warga dari luar daerah sehingga terjadi proses alih fungsi. Warga setempat terancam tidak bisa lagi bercocok tanam meneruskan tradisi nenek moyangnya.

 

Berdasarkan data yang ada di Kantor Desa Sukanagalih tercatat seluas 200 hektar lahan pesawahan telah berubah menjadi kawasan pemukiman elit. Harga yang melambung tinggi menjadi daya tarik bagi pemiliknya untuk menjual ketimbang menanaminya dengan padi maupun palawija.

 

Kini, petani yang tak memiliki sepetak sawah itu karena telah dikuasai oleh warga dari luar daerah hanya bisa pasrah. Jika masih beruntung maka usahanya untuk terus menggarap lahan pesawahan akan tetap bertahan.

 

Menurut Sekretaris Desa Sukanagalih Sumpena, ancaman bagi petani di wilayahnya karena sebagian besar lahan pertanian telah beralih fungsi. Bahkan, sisanya kini dikuasai oleh warga dari Jakarta maupun kota besar lainnya. Belakangan ini investor besar tengah mengincar sejumlah lahan pesawahan untuk dijadikan kawasan pemukiman elit.

 

“ Sudah ada investor yang datang dan mengincar sawah di Babakan Cikundul yang nantinya akan di bangun perumahan elit. Namun, saya tidak mengetahui persis alasan pengusaha lebih memilih lahan pesawahan ketimbang daratan,” kata Sumpeni saat ditemui di kantornya.

 

Pria berkacamata ini menuturka hingga saat ini terdata sekitar 200 hektar lahan pesawahan yang terancam akan beralih fungsi. Kenyataan itu sudah tak bisa dielakkan lagi karena warga setempat sudah tidak lagi memilihi lahan pertanian tadi.

 

" Dengan adanya pengalihan Lahan sawah tentunya akan merugikan bagi warga sekitar terutama bagi para petani yang mendapat untung dari menggarap sawah tersebut, namun kita bisa apa? Toh tanah juga tanah mereka bukan milik penduduk, " ungkapnya.

 

Kendati demikian, dia enggan memastikan terkait proses alih fungsi tersebut. Meskipun kabar tersebut sudah santer di masyarakat jika di wilayahnya akan berdiri pemukiman elit di lahan pertanian.

 

Salah seorang anggota kelompok tani, Ayi membenarkan jika sebagian besar petani sudah tidak memiliki lahan pertanian.  Petani, kata Ayi, menjadi penggarap lahan yang telah dikuasai oleh warga dari luar kota. Diapun tak bisa menutupi kesedihannya, jika proses alih fungsi menjadi kenyataan.

 

" Kalau nantinya lahan sawah dijadikan perumahan, ya petani bisa apa toh mereka juga cuman ngontrak, paling ya petani kedepannya alih profesi" ungkapnya. ***

Komentar