Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

1 Desa 8 Air Terjun, Sumber Mata Air yang Tak Pernah Habis

Oleh: Gege - Sabtu 26 September 2015 | 17:00 WIB

1 Desa 8 Air Terjun, Sumber Mata Air yang Tak Pernah Habis

dok/BC

CIANJUR bukan hanya situs megalitikum Gunung Padang, Kebun Raya Cibodas ataupun Curug Citambur, namun masih banyak potensi wisata lainnya yang belum tergali. Di pelosok Cianjur bagian timur, tepatnya di sejumlah desa di Kecamatan Bojongpicung, memiliki banyak tempat wisata dan peninggalan sejarah. Sebut saja wisata air terjun (curug, red), makam kuno serta daerah penghasil daun pisang terbesar.

 

Salah satu tempat yang unik dan menarik berada di Desa Kemang. Di sana, terdapat delapan curug yang menawarkan eksotisme panorama alam yang indah dan asri. Meski kalah populer dari Curug Citambur di Pagelaran ataupun curug-curug terkenal di kota lainnya, namun keindahannya tak kalah menarik.

 

 

Delapan curug yang berada di satu desa tersebut berlokasi menjorok dari area pemukiman penduduk Kampung Cikupa, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung. Semua curug tersebut masih dialiri sungai yang sama, yakni Sungai Cirangkong.

 

Di Kampung Beber terdapat Curug Ciung, Curug Selewer di Kampung Cikupa, Curug Nini di Kampung Ciburuh, Curug Munding dan Cigoong di Kampung Cigunung, serta Curug Panganten, Lalay dan Pancuran berada di Kampung Mujid.

 

Tokoh Masyarakat Desa Kemang, Denden (62) mengatakan, di antara curug-curug tersebut, curug pancuran menjadi air terjun yang paling banyak dikunjungi. Selain memiliki keindahan alam nan sejuk, curug dengan kecuraman tegak setinggi 10 meter dan lebar 12 meter ini pun menjadi sumber air bersih warga sekitar. Meski dilanda kemarau berkepanjangan, namun debit airnya tak pernah habis.

 

“Jangankan warga dari luar Cianjur, saya yakin warga Cianjur asli pun masih banyak yang belum mengetahui keberadaan curug-curug di Desa Kemang. Padahal jika dibandingkan dengan curug-curug lainnya, tak kalah indahnya,“ ujar purnawirawan TNI ini kepada “BC”, Jumat (25/9).

 

 

Untuk mengunjungi lokasi curug, kata Denden, para pengunjung hanya menempuh perjalanan sekitar 1,5 meter, yang melewati jalan lingkungan hingga jalan ‘satapak’ persawahan dan parit kecil di bibir sungai.

 

Tak perlu khawatir, rute perjalanan ke lokasi Curug Pancuran dari kampung terakhir Cikupa tidak begitu menyulitkan. Lokasinya yang nyaman, sejuk serta alam yang indah, akan menjadi obat setelah lelah menempuh perjalanan.

 

“Untuk ke lokasi, hanya cukup membawa perbekalan makanan dan minuman seperlunya. Jangan lupa pakaian ganti kalau berniat main di curug. Jangan lupa juga bawa kamera, karena banyak tempat yang bagus untuk dijadikan lokasi berfoto,“ jelasnya.

 

Sementara itu, warga Kampung Cikupa, Asep Azis (16) menyebutkan, Curug Pancuran yang didesaki dengan batu-batu besar banyak dikunjungi pada musim lebaran dan liburan sekolah. Umumya, pengunjung datang secara rombongan. Tak hanya pengunjung lokal, warga dari luar Cianjur pun sudah banyak yang datang.

 

 

"Kalau hari-hari biasa, biasanya lebih banyak warga kampung yang datang. Selain untuk bersantai, mereka juga mengambil air bersih untuk kebutuhan di rumah. Selain yang berjalan kaki, banyak juga komunitas motor yang menjadikan Kampung Mujid sebagai jalur lintasan trail yang tembus hingga ke Rajamandala Bandung Barat,“ paparnya.

 

Salah satu pengunjung dari Bandung Barat, Jajang mengaku kaget saat pertama kali di satu desa terdapat delapan curug. Ia yakin siapapun yang sekali saja berkunjung ke Desa Kemang, dijamin akan ketagihan.

 

"Awalnya saya tahu dari teman. Pertama kali berkunjung saat awal tahun, akhirnya jadi ketagihan. Keindahan alamnya tak kalah dari curug-curug yang sudah populer. Selain bisa menikmati keindahan alam curug, kita juga bisa berfoto dan ngaliwet,“ pungkasnya. (gg)

Komentar