Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:42

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Di Cianjur, Bisnis Fotografi Mulai Mengeliat

Oleh: Putra Lugina Sukma - Selasa 11 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Di Cianjur, Bisnis Fotografi Mulai Mengeliat

net

BERITACIANJUR.COM – Sebagian orang mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa bisnis fotografi adalah bisnis padat modal. Ini bisa dilihat dari aset yang harus dimiliki seorang fotografer, untuk bisa memiliki sebuah studio lengkap dengan peralatan foto yang profesional.

 

Akan tetapi, saat ini paradigma itu lambat laun mulai bergeser, bahkan harus diakui dunia digital pada kenyataannya telah membawa perubahan besar terhadap perkembangan fotografi itu sendiri.

 

Pemilik usaha fotografi di Cianjur yang berada di bilangan RSUD Cianjur, Jepret Studio, L Nur Hakim mengatakan, sebelum memulai bisnis fotografi. Setiap orang harus memiliki segmentase pasar, siapakah calon konsumen dan hal lainnya.

 

“Biasanya membuat portfolio yang seperti kumpulan karya, bisa berupa foto portrait, fashion, jurnalistik, still life, dan sebagainya yang semuanya tergantung lagi kepada segmentasi pasar. Portofolio bisa dicetak dan disusun dalam satu album, atau bisa juga menempatkannya pada media-media sosial di internet.” Papar L Nur, Senin (10/8).

 

Untuk melakukan promosi awal, papar Lukman, pemilik pengusaha foto bisa memulainya dengan memberikan jasa foto grastis atau dibayar ongkos cetak, mouth to mouth marketing sebagai salah satu cara yang paling efektif dan efisien untuk mengenalkan bisnis promosi usahanya fotonya kepada masyarakat.

 

“Ya, kita mulai semuanya dengan melakukan promosi. Setelah itu nanti pun bakal mengikuti. Untuk membuka studio foto seperti ini saya perlu mengeluarkan modal awal yang kurang lebih 40 juta rupiah,” tuturnya.

 

Lukman mengungkapkan, biasanya usaha yang dijalankannya tersebut memiliki keuntungan yang tidak teratur setiap bulannya. Meski bagitu, tak kurang dari 5 hingga 10 juta perbulan bisa didapatkan dari hasil usaha foto dengan berbagai permintaan.

 

“Ya, kalau secara jelas kita mungkin tidak teratur, paling ranchnya dalam kisaran 5 hingga 10 juita perbualan dan tergantung dengan bulan juga, soalnya ada beberapa bulan yang biasanya bagus untuk menikah, disitu memang permintaan foto pun meningkat,” imbuhnya. ***

Komentar