Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:42

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Pedagang Ogah Jualan, Daging Sapi di Cianjur Menghilang

Oleh: M. Arlan Akbar - Selasa 11 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Pedagang Ogah Jualan, Daging Sapi di Cianjur Menghilang

net

BERITACIANJUR.COM – Selepas lebaran harga daging sapi hampir di semua lapak daging sejumlah pasar di Cianjur mengalami pasang surut. Terlebih saat para pedagang daging sapi mengancam tutup berjualan menyusul mahalnya harga daging yang harus dibeli dari pihak suplier.

 

Kondisi tersebut tampaknya tidak hanya berimbas pada harga jual, pasalnya pasokan daging di pasaran semakin berkurang, dampaknya pun mulai dirasakan konsumen, khususnya mereka yang bergantung pada usaha olahan daging sapi.

 

Agus (35), pedagang bakso wilayah Warungkondang. Kedai bakso Pojok dari Cabang warujajar milik Haji Oyok ini mengeluhkan, soal sulitnya pasokan daging sapi sejak beberapa hari terakhir.

 

Dikatakan dia, sejak terakhir lebaran, harga daging sapi tidak normal dan hampir setiap hari naik. Biasanya suplai daging yang dibutuhkan oleh pengelola Bakso Pojok didapat dari pegadang sapi pasar muka Ramayana Cianjur.

 

"Sulit mendapatkan stok daging segar karena pedagang daging terbatas menjual daging freezer. Dari tengkulak suplai daging dari rumah pemotongan tidak ada. Per kilogramnya harganya mencapai kisaran Rp 120 ribu, khusus pelanggan pedagang bakso, bahan baku daging giling dijual seharga Rp 110 ribu per kilogram," ungkapnya kepada "BC", Senin (10/8).

 

Sementara Yuyun (52), pedagang daging Pasar Rakyat Warungkondang menjelaskan, kisaran penjualan daging per hari semakin berkurang sejak dua hari terakhir. Normalnya ia menjual daging sapi hingga 50 kg per hari, sekarang ini hanya sanggup menjual 20 kg per hari. Itu pun stok daging dari freezer yang diterima dari tengkulak.

 

"Harga jual masih tinggi antara Rp 110-120 per kilogram. Sudah lama sejak lebaran setiap hari harga mengalami kenaikan. Inginnya harga daging kembali normal, begitu juga stok daging agar konsumen tidak kesulitan. Kembali di harga Rp 90 ribu per kilogram," ucapnya. ***

Komentar