Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 03:03

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Rahasia Berpasangan, Fantasi Seksual Membantu Keharmonisan

Oleh: fl/bc.com/net - Selasa 11 Agustus 2015 | 22:56 WIB

Rahasia Berpasangan, Fantasi Seksual Membantu Keharmonisan

FANTASI seksual adalah bantuan seks yang dianggap menyenangkan, tapi di sisi lain juga menimbulkan banyak perdebatan. Banyak orang yang merasa bahwa fantasi seksual adalah bentuk pengkhianatan hubungan dalam kehidupan nyata. Penelitian terbaru melaporkan, berhubungan seks dengan seseorang yang dikenal tapi bukan pasangan mereka merupakan sepuluh fantasi teratas baik oleh laki-laki maupun perempuan.

 

Dikutip dari Independent, survei mengungkapkan, mayoritas perempuan dalam sampel menyimpan rapat-rapat rahasia tersebut dari pasangannya.

 

Menurut Cate Campbell, terapis dan konselor seks di lembaga Relate, meskipun ini sering terjadi, memberitahu pasangan tentang siapa yang Anda khayalkan ketika berhubungan seksual tampaknya dapat menjadi bumerang. Cate mengatakan, kadang-kadang pasangan sulit memahami bahwa fantasi seksual bukan hal yang betul-betul ingin dilakukan seorang perempuan.
 

“Jika Anda memberitahu pasangan, Anda mengkhayalkan selebriti, atasan, mantan, atau lebih buruk lagi sahabat pasangan Anda, risikonya adalah mereka akan merasa terancam dan cemburu,” ujar Cate. Akibat lainnya, Anda akan dituduh berselingkuh, meskipun yang Anda lakukan sebetulnya adalah berpikir pengalaman yang sangat menghibur tentang orang yang Anda kenal.
 

Seringkali etiket seksual mengharuskan seseorang menerapkan kebijakan 'jangan tanya dan jangan beritahu', dan juga menyimpan fantasi seksual untuk diri sendiri. Namun menurut Cate, fantasi yang diciptakan bersama pasangan sebetulnya bisa lebih menyenangkan.
 

“Jika Anda ingin melakukannya, sebaiknya bicarakan dulu ide tersebut dengan pasangan, protokolnya seperti apa, perilaku dan kata-kata aman yang akan Anda berdua lakukan.”
 

Cate juga mengatakan, berfantasi solo barangkali hanya perlu sedikit usaha. Penelitian mengungkapkan, fantasi dapat meningkatkan gairah bercinta dan menciptakan gairah seks yang sehat pada pasangan. Fokus fantasi biasanya lebih kepada diri sendiri, bukan khayalan dengan siapa Anda berhubungan seks.

 

Saat berfantasi, Anda bisa menjadi karakter siapa pun yang Anda suka, misalnya seksi, menarik, kuat, patuh, atau terampil, tergantung pada suasana hati Anda. 

 

Cate mengatakan, “Gambaran fantasi dapat membantu seseorang untuk memblokir dunia dan fokus pada kepuasan, yang dapat menjauhkan diri dari stres karena kepenatan sehari-hari.”
 

Sebuah penelitian, yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine pada tahun lalu, melibatkan sekitar 800 laki-laki dan 700 perempuan. Penelitian itu menyebutkan, laki-laki lebih mungkin fokus pada gambar bagian tubuh atau perilaku seks. Sementara, perempuan lebih memilih jalan cerita seksual.
 

Kembali ke era '60-an, wartawan feminis Nancy Friday meneliti fantasi seksual perempuan. Dia lalu memproduksi kompilasi grafis dari fantasi laki-laki dan perempuan. 
 

Buku pertamanya My Secret Garden membuktikan bahwa perempuan berpikir tentang seks sangat sering. Berbagai fantasi diungkapkannya, termasuk perempuan yang memvisualisasikan kekasihnya yang berhubungan seks dengan sahabatnya sendiri sementara si perempuan sibuk membereskan belanjaan. (NET)

Komentar