Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Ratusan Pedagang Ayam Potong Mogok Jualan

Oleh: Firman Taqur - Rabu 12 Agustus 2015 | 07:29 WIB

Ratusan Pedagang Ayam Potong Mogok Jualan

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM - Sedikitnya 200 pedagang daging ayam potong yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di tiga wilayah kecamatan, yakni Kec. Sukaresmi, Kec. Cipanas dan Kec. Pacet memilih tidak berjualan. Mereka sengaja mogok berjualamn sebagai bentuk kekecewaan atas melambungnya harga ayam di pasaran saat ini.

"Biasanya per kg harga kita jual sekitar Rp 24 ribu dalam kondisi normal, sedangkan sekarang harga yang dipakai saat ini sudah mencapai Rp 36 ribu - Rp 38 ribu," sebut Rudi Lazuardi (40), seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Cipanas, Cianjur kepada "BC", Selasa (11/8).

Menurutnya, harga jual Rp 38 ribu saat ini sangat tidak wajar. Karenanya, kata Rudi, ia dan ratusan pedagang di Pasar Cipanas dan Pasar GSP Cibadak memilih tidak berjualan. "Jangankan mendapatkan untung, untuk menyediakan modal saja kami sudah tidak mampu, apalagi mana ada pembeli yang dengan harga setinggi ini," katanya.

Rudi mendesak pemerintah tidak diam saja apalagi terkesan tutup mata dan tutup telinga dengan kenyataan seperti ini, apalagi saat ini juga tengah terjadi kelangkaan daging sapi akibat sikap mogok para pedagangnya.

"Tolong pemerintah jangan diam saja, ini persoalan besar harus segera diambil jalan keluar, jangan sampai kami-kami ini yang menjadi korban atas kondisi ini," tandasnya.

Sementara Ny. Mikel (50) asal Desa Cipanas, Cianjur mengharapkan kondisi seperti ini cepat berlalu, apalagi saat ini selain daging ayam, daging sapi juga langka. "Kita tidak bisa menyalahkan pedagang, mereka memasang harga tinggi juga karena ada kenaikan harga ditingkat pemasok ke pedagang," katanya. ***

Komentar