Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Susah Air Bersih Warga Terpaksa Konsumsi Air Bau

Misbah Hidayat

Rabu, 12 Agustus 2015 - 07:37 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Krisis air akibat kemarau panjang yang diperkirakan baru akan berakhir Desember mendatang, semakin parah. Bahkan di beberapa tempat, warga diketahui mulai menggunakan air kotor berbau tak sedap untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya. 

Keputusan menggunakan air kotor berbau tak sedap terpaksa diambil warga karena saking sulitnya mendapatkan air bersih yang layak pakai. Sekalinya ada air bersih, jumlahnya sangat terbatas. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan lainnya, digunakan sebagai cadangan air minum saja tidak cukup.

Begitu sulitnya mendapatkan air bersih hingga terpaksa harus mengonsumsi air kotor berbau tak sedap ini antara lain dialami sebagian warga Desa Mayak, Kecamatan Cibeber.

Akibat keringnya sumber air bersih, belakangan ini mereka terpaksa harus membiasakan menggunakan air berwarna hitam beraroma bau busuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya masing-masing.

Ketua RT RT 01/07 Kampung Belengbeng, Desa Mayak, Dasep Saeful mengatakan, setiap kali memasuki musim kemarau warganya memang selalu mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber air bersih mengering, hingga mereka kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Sejauh ini, warga yang mau mendapatkan air bersih, terpaksa harus berjalan jauh ke RT sebelah. Itupun, hanya cukup untuk mendapatkan stok air minum saja,” ucap Dasep kepada “BC”, Selasa (11/8).

Sebagian warga, lanjutnya, banyak yang menggunakan air berwarna hitam dan berbau untuk mencuci peralatan rumah tangga, dari kolam yang berada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan pasokan air minum dari pemerintah guna memenuhi keperluan mencuci dan lain sebagainya. Sebab, kolam yang ada airnya, sudah bercampur dengan air selokan yang berwarna hitam,” katanya.

Sementara Lilis (40), warga RT 01/07 Kampung Belengbeng mengungkapkan, setiap kali datang musim kemarau ia dan warga lainnya selalu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Sehingga, kami terpaksa menggunakan air yang berada dikolam, meskipun berwarna hitam dan berbau tidak sedap. Kalau pun ada air bersih, kami harus mengambilnya di kampung sebelah,” tuturnya.

Menyikapi krisis air yang saat ini dialaminya, ia harap pemerintah dapat segera turun tangan membantu meringankan beban warga yang terkena dampak kemarau panjang seperti sekarang. Paling tidak, pemerintah mau menggirim dan menyediakan cadangan  membagikan air bersih bagi warga.

Krisis air yang tidak kalah serius juga dialami warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku. Untuk memenuhi stok air minum sehari-hari, belakangan ini sebagian warga setempat terpaksa harus membelinya ke kampung lain yang masih memiliki cadangan air.

“Ini tidak mungkin terus menerus dilakukan warga selama berbulan-bulan. Masalahnya, kemampuan ekonomi warga juga sangat terbatas. Karena bentrok dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, suatu saat warga bisa saja sudah tidak mampu lagi untuk membeli stok air bersih,” jelas Adang Supriatna, salah seorang warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta.

Diakui Adang, untuk memenuhi cadangan air minum, sebagian kecil warga masih ada yang ngambil dari sumber air  di pinggir kali. Untuk mendapatkannya, mereka harus berjalan lebih dari satu kilometer. Itupun, cadangan air yang tersedia sangat minim, sehingga hanya dapat digunakan sebagian kecil warga saja.

“Semua ini terjadi akibat sumur-sumur milik warga maupun sumber mata air lain yang biasa digunakan warga mengering dalam beberapa bulan terakhir,” kata Adang. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…