Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Susah Air Bersih Warga Terpaksa Konsumsi Air Bau

Misbah Hidayat

Rabu, 12 Agustus 2015 - 07:37 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Krisis air akibat kemarau panjang yang diperkirakan baru akan berakhir Desember mendatang, semakin parah. Bahkan di beberapa tempat, warga diketahui mulai menggunakan air kotor berbau tak sedap untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya. 

Keputusan menggunakan air kotor berbau tak sedap terpaksa diambil warga karena saking sulitnya mendapatkan air bersih yang layak pakai. Sekalinya ada air bersih, jumlahnya sangat terbatas. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan lainnya, digunakan sebagai cadangan air minum saja tidak cukup.

Begitu sulitnya mendapatkan air bersih hingga terpaksa harus mengonsumsi air kotor berbau tak sedap ini antara lain dialami sebagian warga Desa Mayak, Kecamatan Cibeber.

Akibat keringnya sumber air bersih, belakangan ini mereka terpaksa harus membiasakan menggunakan air berwarna hitam beraroma bau busuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya masing-masing.

Ketua RT RT 01/07 Kampung Belengbeng, Desa Mayak, Dasep Saeful mengatakan, setiap kali memasuki musim kemarau warganya memang selalu mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber air bersih mengering, hingga mereka kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Sejauh ini, warga yang mau mendapatkan air bersih, terpaksa harus berjalan jauh ke RT sebelah. Itupun, hanya cukup untuk mendapatkan stok air minum saja,” ucap Dasep kepada “BC”, Selasa (11/8).

Sebagian warga, lanjutnya, banyak yang menggunakan air berwarna hitam dan berbau untuk mencuci peralatan rumah tangga, dari kolam yang berada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan pasokan air minum dari pemerintah guna memenuhi keperluan mencuci dan lain sebagainya. Sebab, kolam yang ada airnya, sudah bercampur dengan air selokan yang berwarna hitam,” katanya.

Sementara Lilis (40), warga RT 01/07 Kampung Belengbeng mengungkapkan, setiap kali datang musim kemarau ia dan warga lainnya selalu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Sehingga, kami terpaksa menggunakan air yang berada dikolam, meskipun berwarna hitam dan berbau tidak sedap. Kalau pun ada air bersih, kami harus mengambilnya di kampung sebelah,” tuturnya.

Menyikapi krisis air yang saat ini dialaminya, ia harap pemerintah dapat segera turun tangan membantu meringankan beban warga yang terkena dampak kemarau panjang seperti sekarang. Paling tidak, pemerintah mau menggirim dan menyediakan cadangan  membagikan air bersih bagi warga.

Krisis air yang tidak kalah serius juga dialami warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku. Untuk memenuhi stok air minum sehari-hari, belakangan ini sebagian warga setempat terpaksa harus membelinya ke kampung lain yang masih memiliki cadangan air.

“Ini tidak mungkin terus menerus dilakukan warga selama berbulan-bulan. Masalahnya, kemampuan ekonomi warga juga sangat terbatas. Karena bentrok dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, suatu saat warga bisa saja sudah tidak mampu lagi untuk membeli stok air bersih,” jelas Adang Supriatna, salah seorang warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta.

Diakui Adang, untuk memenuhi cadangan air minum, sebagian kecil warga masih ada yang ngambil dari sumber air  di pinggir kali. Untuk mendapatkannya, mereka harus berjalan lebih dari satu kilometer. Itupun, cadangan air yang tersedia sangat minim, sehingga hanya dapat digunakan sebagian kecil warga saja.

“Semua ini terjadi akibat sumur-sumur milik warga maupun sumber mata air lain yang biasa digunakan warga mengering dalam beberapa bulan terakhir,” kata Adang. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…