Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Susah Air Bersih Warga Terpaksa Konsumsi Air Bau

Misbah Hidayat

Rabu, 12 Agustus 2015 - 07:37 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Krisis air akibat kemarau panjang yang diperkirakan baru akan berakhir Desember mendatang, semakin parah. Bahkan di beberapa tempat, warga diketahui mulai menggunakan air kotor berbau tak sedap untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya. 

Keputusan menggunakan air kotor berbau tak sedap terpaksa diambil warga karena saking sulitnya mendapatkan air bersih yang layak pakai. Sekalinya ada air bersih, jumlahnya sangat terbatas. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan lainnya, digunakan sebagai cadangan air minum saja tidak cukup.

Begitu sulitnya mendapatkan air bersih hingga terpaksa harus mengonsumsi air kotor berbau tak sedap ini antara lain dialami sebagian warga Desa Mayak, Kecamatan Cibeber.

Akibat keringnya sumber air bersih, belakangan ini mereka terpaksa harus membiasakan menggunakan air berwarna hitam beraroma bau busuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya masing-masing.

Ketua RT RT 01/07 Kampung Belengbeng, Desa Mayak, Dasep Saeful mengatakan, setiap kali memasuki musim kemarau warganya memang selalu mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber air bersih mengering, hingga mereka kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Sejauh ini, warga yang mau mendapatkan air bersih, terpaksa harus berjalan jauh ke RT sebelah. Itupun, hanya cukup untuk mendapatkan stok air minum saja,” ucap Dasep kepada “BC”, Selasa (11/8).

Sebagian warga, lanjutnya, banyak yang menggunakan air berwarna hitam dan berbau untuk mencuci peralatan rumah tangga, dari kolam yang berada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan pasokan air minum dari pemerintah guna memenuhi keperluan mencuci dan lain sebagainya. Sebab, kolam yang ada airnya, sudah bercampur dengan air selokan yang berwarna hitam,” katanya.

Sementara Lilis (40), warga RT 01/07 Kampung Belengbeng mengungkapkan, setiap kali datang musim kemarau ia dan warga lainnya selalu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Sehingga, kami terpaksa menggunakan air yang berada dikolam, meskipun berwarna hitam dan berbau tidak sedap. Kalau pun ada air bersih, kami harus mengambilnya di kampung sebelah,” tuturnya.

Menyikapi krisis air yang saat ini dialaminya, ia harap pemerintah dapat segera turun tangan membantu meringankan beban warga yang terkena dampak kemarau panjang seperti sekarang. Paling tidak, pemerintah mau menggirim dan menyediakan cadangan  membagikan air bersih bagi warga.

Krisis air yang tidak kalah serius juga dialami warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku. Untuk memenuhi stok air minum sehari-hari, belakangan ini sebagian warga setempat terpaksa harus membelinya ke kampung lain yang masih memiliki cadangan air.

“Ini tidak mungkin terus menerus dilakukan warga selama berbulan-bulan. Masalahnya, kemampuan ekonomi warga juga sangat terbatas. Karena bentrok dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, suatu saat warga bisa saja sudah tidak mampu lagi untuk membeli stok air bersih,” jelas Adang Supriatna, salah seorang warga Kampung Muhara, Desa Sukakerta.

Diakui Adang, untuk memenuhi cadangan air minum, sebagian kecil warga masih ada yang ngambil dari sumber air  di pinggir kali. Untuk mendapatkannya, mereka harus berjalan lebih dari satu kilometer. Itupun, cadangan air yang tersedia sangat minim, sehingga hanya dapat digunakan sebagian kecil warga saja.

“Semua ini terjadi akibat sumur-sumur milik warga maupun sumber mata air lain yang biasa digunakan warga mengering dalam beberapa bulan terakhir,” kata Adang. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…