Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Dampak Kemarau Warga Mulai Diserang DBD

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 12 Agustus 2015 | 07:52 WIB

Dampak Kemarau Warga Mulai Diserang DBD

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM - Musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, tidak hanya menyebabkan kekeringan bagi lahan pertanian. Tetapi, cuaca itu berdampak juga pada munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

Kondisi itu, diakibatkan oleh jentik nyamuk yang berkembang biak di beberapa aliran sungai yang mulai mengering.

 

Ketua RW 07 Kampung Belengbeng Desa Mayak, Kec. Cibeber, Cianjur, Dede Mulyana mengatakan, ada warganya yang terjangkit penyakit demam berdarah. Hal tersebut diakibatkan oleh nyamuk yang bersarang di sungai kering akibat musim kemarau.

 

“Warga yang terserang oleh demam berdarah di kampung saya ini berjumlah 2 orang. Kemungkinan penyakit tersebut oleh nyamuk yang berasal dari sungai kering,” ucap Dede kepada “BC” Selasa (11/8).

 

Kondisi kemarau ujar Dede, membuat sungai yang terdapat dilingkungan kampungnya kering sehingga dipenuhi oleh jentik nyamuk. Hingga, lanjut dia nyamuk tersebut menyerang pemukiman warga dan menjadi penyebab timbulnya penyakit deman berdarah.

 

“Saya berharap kepada warga agar menjalankan pola hidup sehat di musim kemarau ini. Karena dikhawatirkan serangan nyamuk akan berlangsung lama. Mengingat musim kemarau masih panjang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Rahmat Hidayat (27) warga Kampung Sadamaya wetan RT 02/03 Desa Peuteuy condong Kec. Cibeber merasakan dampak dari datangnya musim kemarau ini yang menyebakan sebagian warga terserang penyakit demam berdarah.

 

“Bukan hanya di daerah lain, di kampung saya sendiri, akibat musim kemarau ini memicu munculnya nyamuk yang berasal dari sungai kecil yang berada di pinggir rumah saya mungkin,” ungkap Rahmat.

 

Untuk itu kata Rahmat, sejauh ini pihaknya terus mengadakan langkah pencegahan agar tidak terjangkit oleh penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aigypti tersebut dengan cara menjaga kebersihan lingkungan rumah. ***

Komentar