Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:40

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Menikmati Eksotisme Curug Cibeureum

Oleh: Yadi Haryadi - Sabtu 03 Oktober 2015 | 10:00 WIB

Menikmati Eksotisme Curug Cibeureum

dok/BC

KAWASAN Gunung Gede Pangrango tidak hanya indah di bagian puncaknya. Di kaki gunung tersebut, ada sebuah kawasan air terjun Curug Cibeureum yang menawarkan kesegaran dan panorama cantik, yang cocok sebagai tempat untuk menghilangkan rasa penat.

 

Curug Cibeureum terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) Cibodas, tepatnya di Desa Sindanglaya, Kecamatan Pacet. Pintu masuk menuju ke Curug Cibeureum terletak di sebelah utara sekitar 500 m dari pintu masuk utama Kebun Raya Cibodas dengan jarak tempuh sekitar 2,6 km atau satu jam dengan berjalan kaki dari gerbang masuk Taman Nasional.

 

Curug Cibereum terdiri dari air terjun utama Curug Cibeureum, dan dua air terjun lain yang lebih kecil, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah air terjun terbesar dan paling pendek di kawasan ini, letaknya yang lebih terbuka sehingga lebih banyak dikerumuni.

 

Selain keindahan Curug Cibeureum, selama perjalanan menuju lokasi para pengunjung akan disuguhi berbagai pemandangan alam yang indah dan eksotis. Medan yang menanjak dengan undakan bebatuan dikelilingi hutan yang lebat merupakan daya tarik tersendiri dari Curug Cibeureum ini. Jangan heran jika dalam perjalanan menemukan pemandangan berbagai jenis burung dan kera yang bergelantungan.

 

Ada juga telaga biru dan rawa panyangcangan yang bisa dinikmati keindahannya selama perjalanan. Serta jembatan panjang yang terbuat dari batu buatan yang sering menjadi salah satu tempat favorit berfoto selama perjalanan menuju Curug ini.

 

Nama Cibeureum sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti sungai merah, nama ini diambil dari nuansa merah dinding tebing yang terbentuk dari lumut merah yang tumbuh secara endemik di tempat tersebut.

 

Di sebelah kanan Curug Cibeureum juga terdapat curug lain, yaitu Curug Cidendeng yang ukurannya lebih tinggi dan langsing. Airnya melintasi tebing batu-batu dan jatuh menimpa lereng tebing yang berlumut. Sedangkan yang paling kanan adalah Curug Cikundul, letaknya yang sangat tinggi dan agak tersembunyi di ceruk dua tebing.

 

Ketiga curug ini memiliki ketinggian antara 40-50 meter dan berada di ketinggian 1.675 meter dari permukaan laut. Curah hujan rata-rata di kawasan ini berkisar 3.000-4.200 mm per tahun. Tipe iklim di kawasan ini termasuk tipe iklim A. Rata-rata temperaturnya bervariasi antara 18 °C di Cibodas dan kurang dari 10 °C di puncak Pangrango. (net)

Komentar