Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Puluhan Hektar Sawah di Cibeber Alami Gagal Panen

Zenal Mustari

Kamis, 13 Agustus 2015 - 12:00 WIB

Zenal Mustari/'BC'
Zenal Mustari/'BC'
A A A

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau yang melanda wilayah Kecamatan Cibeber mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi mengalami gagal panen. Selain seluruh tanaman mengering Padi yang baru barusia tiga bulan tersebut juga rusak diserang hama.

Kemarau yang mulai berkepanjangan, berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Kurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berakibat kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

"Tanaman padi milik para petani ini banyak yang mengering dan mati. Selain daun dan batang tanaman rontok, bulir-bulir padi juga tidak berisi. Akibatnya, beberapa petani terpaksa menuai tanaman padinya, meski usia tanaman baru tiga bulan, ucap Kepala Desa Salagedang, Yudi kepada, "BC" kemarin.

Luas lahan yang mencapai 25 hektar tanaman padi milik warga ini kini gagal panen, dengan sangat terpaksa tanaman padi itu dipangkas lalu mereka jual untuk dijadikan pakan ternak.

Menurut Encep (44), salah seorang warga Desa Salagedang, mengaku, rusaknya tanaman padi miliknya akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Letak geografis desa yang berada di atas aliran air membuat lahan pesawahan ini sulit mendapat air. Selain kemarau panjang, serangan hama juga saat ini mulai merambah tanaman padi milik para petani ini. Akibatnya para petani harus mengalami kerugian yang tidak sedikit nilainya.

“Kami dan para petani lainnya merugi dan kalau dihitung, kami rugi sekitar Rp 5 juta per hektar nya. Untuk itu para petani berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka untuk irigasi. sebab akibat kemarau panjang ini para petani sudah dua kali mengalami gagal panen," katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, petani padi di Kecamatan Campaka, mulai beralih menggarap lahannya dengan menanam palawija untuk mengantisipasi kerugian dimusim kemarau ini.

"Kami sarankan agar dimusim kemarau ini para petani tidak menanam padi, dimusim kemarau ini para petani sawah untuk sementara agar beralih tanam ke berbagai jenis tanaman pertanian yang tidak membutuhkan air banyak," tutur Kepala Desa Mekarjaya, Izin Suparman.

Sementara Dasep (45), salah seorang petani asal Kampung Bongas, mengatakan, sebagian besar petani tidak menanam padi karena debit air irigasi terus menyusut, sehingga pasokan air ke areal pesawahan tidak normal.

"Jadi, dari pada mengalami gagal panen mendingan menanam palawija dan tanaman yang usia tanamnya bisa 3 - 4 bulan ke depan dapat dipanen," ungkapnya.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Campakamulaya, Amin Mansur, mengatakan, belum bisa memastikan kapan musim kemarau ini akan berakhir. Namun demikian, pihaknya terus berupaya menjaga pasokan air.

"Yang jelas, meski kemarau sudah hampir memasuki 3 bulan melanda wailayahnya, akan tetapi pasokan air dari irigasi ke sawah petani masih terbilang lancar. Kami berharap kemarau ini segera berakhir, sehingga tidak ada sawah gagal panen karena kekeringan," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…