Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:20

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

Puluhan Hektar Sawah di Cibeber Alami Gagal Panen

Oleh: Zenal Mustari - Kamis 13 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Puluhan Hektar Sawah di Cibeber Alami Gagal Panen

Zenal Mustari/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau yang melanda wilayah Kecamatan Cibeber mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi mengalami gagal panen. Selain seluruh tanaman mengering Padi yang baru barusia tiga bulan tersebut juga rusak diserang hama.

 

Kemarau yang mulai berkepanjangan, berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Kurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berakibat kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

 

"Tanaman padi milik para petani ini banyak yang mengering dan mati. Selain daun dan batang tanaman rontok, bulir-bulir padi juga tidak berisi. Akibatnya, beberapa petani terpaksa menuai tanaman padinya, meski usia tanaman baru tiga bulan, ucap Kepala Desa Salagedang, Yudi kepada, "BC" kemarin.

 

Luas lahan yang mencapai 25 hektar tanaman padi milik warga ini kini gagal panen, dengan sangat terpaksa tanaman padi itu dipangkas lalu mereka jual untuk dijadikan pakan ternak.

 

Menurut Encep (44), salah seorang warga Desa Salagedang, mengaku, rusaknya tanaman padi miliknya akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Letak geografis desa yang berada di atas aliran air membuat lahan pesawahan ini sulit mendapat air. Selain kemarau panjang, serangan hama juga saat ini mulai merambah tanaman padi milik para petani ini. Akibatnya para petani harus mengalami kerugian yang tidak sedikit nilainya.

 

“Kami dan para petani lainnya merugi dan kalau dihitung, kami rugi sekitar Rp 5 juta per hektar nya. Untuk itu para petani berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka untuk irigasi. sebab akibat kemarau panjang ini para petani sudah dua kali mengalami gagal panen," katanya.

 

Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, petani padi di Kecamatan Campaka, mulai beralih menggarap lahannya dengan menanam palawija untuk mengantisipasi kerugian dimusim kemarau ini.

 

"Kami sarankan agar dimusim kemarau ini para petani tidak menanam padi, dimusim kemarau ini para petani sawah untuk sementara agar beralih tanam ke berbagai jenis tanaman pertanian yang tidak membutuhkan air banyak," tutur Kepala Desa Mekarjaya, Izin Suparman.

 

Sementara Dasep (45), salah seorang petani asal Kampung Bongas, mengatakan, sebagian besar petani tidak menanam padi karena debit air irigasi terus menyusut, sehingga pasokan air ke areal pesawahan tidak normal.

 

"Jadi, dari pada mengalami gagal panen mendingan menanam palawija dan tanaman yang usia tanamnya bisa 3 - 4 bulan ke depan dapat dipanen," ungkapnya.

 

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Campakamulaya, Amin Mansur, mengatakan, belum bisa memastikan kapan musim kemarau ini akan berakhir. Namun demikian, pihaknya terus berupaya menjaga pasokan air.

 

"Yang jelas, meski kemarau sudah hampir memasuki 3 bulan melanda wailayahnya, akan tetapi pasokan air dari irigasi ke sawah petani masih terbilang lancar. Kami berharap kemarau ini segera berakhir, sehingga tidak ada sawah gagal panen karena kekeringan," pungkasnya. ***

Komentar