Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Puluhan Hektar Sawah di Cibeber Alami Gagal Panen

Zenal Mustari

Kamis, 13 Agustus 2015 - 12:00 WIB

Zenal Mustari/'BC'
Zenal Mustari/'BC'
A A A

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau yang melanda wilayah Kecamatan Cibeber mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi mengalami gagal panen. Selain seluruh tanaman mengering Padi yang baru barusia tiga bulan tersebut juga rusak diserang hama.

Kemarau yang mulai berkepanjangan, berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Kurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berakibat kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

"Tanaman padi milik para petani ini banyak yang mengering dan mati. Selain daun dan batang tanaman rontok, bulir-bulir padi juga tidak berisi. Akibatnya, beberapa petani terpaksa menuai tanaman padinya, meski usia tanaman baru tiga bulan, ucap Kepala Desa Salagedang, Yudi kepada, "BC" kemarin.

Luas lahan yang mencapai 25 hektar tanaman padi milik warga ini kini gagal panen, dengan sangat terpaksa tanaman padi itu dipangkas lalu mereka jual untuk dijadikan pakan ternak.

Menurut Encep (44), salah seorang warga Desa Salagedang, mengaku, rusaknya tanaman padi miliknya akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Letak geografis desa yang berada di atas aliran air membuat lahan pesawahan ini sulit mendapat air. Selain kemarau panjang, serangan hama juga saat ini mulai merambah tanaman padi milik para petani ini. Akibatnya para petani harus mengalami kerugian yang tidak sedikit nilainya.

“Kami dan para petani lainnya merugi dan kalau dihitung, kami rugi sekitar Rp 5 juta per hektar nya. Untuk itu para petani berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka untuk irigasi. sebab akibat kemarau panjang ini para petani sudah dua kali mengalami gagal panen," katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, petani padi di Kecamatan Campaka, mulai beralih menggarap lahannya dengan menanam palawija untuk mengantisipasi kerugian dimusim kemarau ini.

"Kami sarankan agar dimusim kemarau ini para petani tidak menanam padi, dimusim kemarau ini para petani sawah untuk sementara agar beralih tanam ke berbagai jenis tanaman pertanian yang tidak membutuhkan air banyak," tutur Kepala Desa Mekarjaya, Izin Suparman.

Sementara Dasep (45), salah seorang petani asal Kampung Bongas, mengatakan, sebagian besar petani tidak menanam padi karena debit air irigasi terus menyusut, sehingga pasokan air ke areal pesawahan tidak normal.

"Jadi, dari pada mengalami gagal panen mendingan menanam palawija dan tanaman yang usia tanamnya bisa 3 - 4 bulan ke depan dapat dipanen," ungkapnya.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Campakamulaya, Amin Mansur, mengatakan, belum bisa memastikan kapan musim kemarau ini akan berakhir. Namun demikian, pihaknya terus berupaya menjaga pasokan air.

"Yang jelas, meski kemarau sudah hampir memasuki 3 bulan melanda wailayahnya, akan tetapi pasokan air dari irigasi ke sawah petani masih terbilang lancar. Kami berharap kemarau ini segera berakhir, sehingga tidak ada sawah gagal panen karena kekeringan," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 8 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…