Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Awas Brow, Sosis Bisa Membunuh Sperma Anda!

Oleh: fl - net - Kamis 13 Agustus 2015 | 15:30 WIB

Awas Brow, Sosis Bisa Membunuh Sperma Anda!

Makan sosis berlebihan bisa menghancurkan sperma...

BERITACIANJUR.COM. -- Menyantap aneka daging olahan memang sangat nikmat. Sebut saja beberapa di antaranya sosis dan bacon. Nikmat sih tapi sayangnya menurut penelitian, makanan ini bisa berbahaya untuk kesuburan pria. 
 

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston menemukan bahwa pria yang gemar menyantap daging olahan, ternyata kualitas spermanya menurun. Mengutip The Daily Meal, pria yang mengonsumsi daging olahan kemampuan sperma untuk bertahan dan membuahi ada di tingkat yang rendah. Sperma mengalami kegagalan dalam uji tes kesuburan in vitro. 
 

Peneliti belum menemukan alasan bagaimana daging olahan ini bisa memengaruhi kesuburan. Hanya saja, peneliti menemukan bahwa menyantap banyak daging unggas ternyata bisa meningkatkan kesuburan. 
 

Ada beberapa poin penting dari hasil penelitian tersebut, antara lain:
 

1. Orang-orang yang menjauhi konsumsi daging olahan ternyata jaug lebih subur 28 persen (secara uji kesuburan in vitro). Ini dibandingkan dengan orang-orang yang makan daging dengan teratur. 
 

2. Orang-orang yang banyak makan unggas memiliki tingkat fertilisasi 13 persen lebih tinggi dibanding yang tak banyak unggas. 
 

3. Kesuksesan pembuahan lewat uji in vitro ini tidak dipengaruhi oleh jumlah total daging yang dikonsumsi manusia. 
 

4. Makan banyak daging olahan tidak memengaruhi tingkat keberhasilan ketika teknik pembuahan ICSI (ketika sperma disuntikkan ke dalam telur). 
 

Sampai saat ini para ahli masih mencoba untuk mencari tahu mengapa daging olahan dan proses pembuahan tidak bisa berjalan berdampingan. Namun yang jelas, mengurangi jumlah santapan daging olahan bisa membantu Anda untuk melakukan diet sehat. 
 

"Banyak penelitian telah menurunkan diet yang dapat memengaruhi kesuburan manusia. Tetapi makanan kita begitu kompleks sehingga cukup sulit untuk menentukan bagaimana makanan bisa berpengaruhi dengan reproduksi," kata Rebecca Sokol, presiden American Society for Reproductive Medicine. 
 

"Namun studi ini menunjukkan bagaimana jenis daging yang dikonsumsi pria bisa memengaruhi kemampuan sperma membuahi sel telur." (fl/cnn.com)

Komentar