Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Salah Beruntun, Kemenag Cabut Ijin Usaha Tiga Travel Umrah

Oleh: Maharaya Akbar - Kamis 13 Agustus 2015 | 21:31 WIB

Salah Beruntun, Kemenag Cabut Ijin Usaha Tiga Travel Umrah

net

BERITACIANJUR.COM – Kementrian Agama RI Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah membredel atau mencabut ijin tiga perusahaan travel umrah, kemarin. Tindakan tegas ditempuh karena ketiganya melakukan berbagai kesalahan secara beruntun.

 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil menyebutkan, tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan haji dan umrah yang telah menjadi komitmen pihaknya setelah sebelumnya meluncurkan Program Lima Pasti Umrah, yakni pasti travel berizin, pasti jadwal, pasti penerbangan, pasti hotel, dan pasti visa.

 

“Tiga yang kita cabut, yakni PT Mediterania dan PT Kopindo Wisata yang berkedudukan di Jakarta, dan PT Mustaqbal Lima di Cirebon,” katanya dikutip dari laman haji.kemenag.go.id, kemarin.

 

Selain mencabut izin, pihak Ditjen PHU juga tidak memperpanjang izin tiga travel umrah yang terbukti tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Tindakan itu dilakukan, tegas Abdul karena berdasarkan penilaian hasil akreditasi, ada yang tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

 

“Ketiganya (yang tidak diperpanjang ijinnya, red) yakni PT Catur Daya Utama di Kepulauan Riau), PT Huli Saqdah Jakarta, dan PT Maccadina di Maccadina,” tandasnya.

 

Sementara Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Muhajirin Yanis menambahkan, pemerintah memberikan sanksi itu lantaran telah merugikan jemaah. “Mulai dari gagal berangkat ke tanah suci, terlantar di negara transit, masalah pemondokan, tidak ada tiket berangkat, dan bahkan ada yang sampai tidak dapat atau tertunda kepulangannya ke tanah air,” paparnya.

 

Muhajirin juga mengingatkan agar perusahaan yang telah mengantongi izin dari pemerintah harus menaati peraturan. Jika tidak akan diberikan sanksi administratif.“Dari yang paling ringan, yaitu berupa teguran tertulis sampai dengan paling berat berbentuk pencabutan izin sebagai PPIU,” imbuhnya. (net)

Komentar