Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:19

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

Bisa Dimasukkan ke Tas, Inilah Moda Transportasi Masa Depan

Oleh: Maharaya Akbar - Kamis 13 Agustus 2015 | 21:36 WIB

Bisa Dimasukkan ke Tas, Inilah Moda Transportasi Masa Depan

net

BERITACIANJUR.COM – Tidak diragukan lagi, jepang merupakan negara yang paling update dalam memproduksi moda atau alat transportasi canggih di dunia. Bahkan belum lama ini, sebuah perusahaan asal Jepang, Cocoa Motors berhasil menciptakan sebuah kendaraan yang bisa dimasukkan ke dalam tas rangsel.

 

Ide pembuatan alat transportasi ini mengingat mobilitas warga perkotaan sangat tinggi sehingga membutuhkan kendaraan yang bisa bergerak cepat dan mudah dikendarai, dan tentunya berukuran kecil sehingga ini mudah dibawa dan digunakan kapan pun diinginkan.

 

Kendaraan yang digadang-gadang sebagai moda transportasi masa depan ini diberi nama WalkCar. Alat ini memiliki dimensi dan desain serupa dengan sebuah iPad. Terbuat dari bahan dasar aluminium, kendaraan portabel ini menjanjikan kemudahan bagi penggunanya.

 

Dengan dukungan baterai Li-ion, kendaraan ini mampu menghasilkan kecepatan maksimal hingga 10 kilometer per jam. Kecepatan tersebut dua kali rata-rata kecepatan berjalan manusia, sehingga pengguna tak perlu khawatir terlambat tiba di stasiun kereta atau terminal bus.

 

Seperti dilansir Autoevolution, Senin 10 Agustus 2015, kendaraan yang diyakini ramah terhadap lingkungan ini hanya membutuhkan waktu tiga jam pengisian. Ini untuk mencapai jangkauan maksimum, yang ada di angka 12 kilometer.

 

Sayangnya, roda yang digunakan berukuran kecil, sehingga dinilai kurang mampu melakukan perjalanan pada permukaan jalan yang rusak atau tidak rata. Belum ada keterangan resmi berapa harga untuk sebuah kendaraan yang diklaim sebagai kendaraan masa depan tersebut. (net)

Komentar