Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:56

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Setidaknya 15 'pencari suaka' tewas di perairan Cianjur

Oleh: Redaksi Test - Minggu 19 Juli 2015 | 01:00 WIB

Setidaknya 15 'pencari suaka' tewas di perairan Cianjur

google

CIANJUR. Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan setidaknya 15 jenazah korban tenggelamnya kapal, yang diduga ditumpangi para pencari suaka di lepas pantai Cianjur, Jawa Barat, hari Jumat (27/09).

 

"Sampai saat ini 15 orang meninggal dunia dan sekitar 50 orang yang selamat sudah dievakuasi ke Cianjur," kata Imam Ahsiani, pejabat Basarnas, kepada beritacianjur.com.Ia mengatakan belum diketahui negara asal korban, namun ada satu korban selamat yang mengaku berasal dari Lebanon. Mereka diduga dalam perjalanan menuju Australia.

 

Basarnas, jelas Imam Ahsiani, memperoleh informasi awal dari pihak berwenang Australia bahwa kapal mengangkut sekitar 80 orang. Polisi di Cianjur kepada AFP mengatakan bahwa orang-orang ini berasal dari Lebanon, Yordnia, dan Yaman.

 

"Warga menemukan 20 jenazah yang mengapung di air, sebagian besar anak-anak," kata Warsono, polisi di Cianjur, kepada AFP. "Warga juga mengatakan bahwa kapal yang mereka ditumpangi pecah berkeping-keping," tambahnya.

 

Warsono mengatakan diyakini kapal tersebut ditumpangi 120 orang ketika mengalami kecelakaan. Menurutnya, mereka meninggalkan Jawa menuju Pulau Christmas dari Pelabuhan Ratu.

 

Ratusan orang dari berbagai negara tewas dalam beberapa tahun terakhir saat mencoba memasuki Australia melalui laut. Sering mereka menggunakan kapal dan perahu yang dinilai tidak layak mengarungi laut. Insiden terbaru ini terjadi menjelang kunjungan Perdana Menteri Baru Australia, Tony Abbott, ke Indonesia hari Senin.

 

Kunjungan ini diperkirakan akan banyak didominasi oleh pembicaraan mengenai persoalan orang-orang yang ingin memasuki Australia melalui Indonesia.Abbott telah meminta bantuan militer untuk mencegah kedatangan para pendatang

Komentar