Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:56

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Ayo Berimajinasilah ...

Oleh: Raka Pramudya - Rabu 21 Oktober 2015 | 17:00 WIB

Ayo Berimajinasilah ...

ilustrasi/net

''IMAJINASI lebih penting daripada ILMU PENGETAHUAN.

Ilmu pengetahuan MEMILIKI BATAS untuk kita ketahui dan kita mengerti.

Akan tetapi imajinasi dapat MENCAKUP seluruh dunia.

Dan dari itu akan menjadi tahu dan MENGERTI.”

                                                                                                                      

KUTIPAN tersebut dikemukan oleh ilmuwan terkenal dunia, Albert Einstein . Dalam kalimat tersebut menyatakan betapa pentingnya imajinasi dibanding ilmu pengetahuan. Bahkan, sebagian orang mempercayai ilmu pengetahuan lahir dan berkembang dari sebuah imajinasi.

 

Kalimat diatas juga dapat diambil hikmahnya bahwa tidak semua ilmu pengetahuan dapat menguasai dunia ini, tapi dengan berimajinasi atau berkhayal kita dapat kemanapun yang kita inginkan, kita dapat menjadi apa yang kita inginkan. Tentu saja imajinasi yang dimaksud adalah imajinasi positif.

 

Imajinasi ialah pendahulu dari pengetahuan baru, yang belum berwujud saat ini tetapi akan segera muncul karena seseorang memiliki daya imajinasi tinggi untuk merancang dan menemukan sesuatu. Namun triknya ialah bagaimana menyeimbangkan waktu yang dihabiskan untuk berpikir mengenai masa depan versus bertindak terhadap hal yang sudah diketahui dan itu bukan perkara mudah.

 

Karena sebagian besar orang lebih memilih menghadapi hal yang sudah mereka ketahui, adalah tugas seorang entrepreneur untuk mendorong orang bangkit dari zona nyaman mereka untuk menyaksikan hal-hal yang bisa terwujud setelah mendobrak batasan itu.

 

oba tengok apa yang ada di sekitar kita. Televisi, pernahkah kita bayangkan bagaimana orang bisa membuat benda kotak ada gambar bergeraknya. Tentu itu adalah hasil dari imajinasi. Komputer yang sedang anda gunakan saat ini pun adalah hasil dari imajinasi. Sepeda motor, lampu yang menerangi ruangan kita. Semuanya adalah hasil dari imajinasi. Bayangkan betapa pentingnya imajinasi itu.

 

Imajinasi memang penting, namun kita juga tak boleh menganggap ilmu pengetahuan itu tak penting. Imajinasi tanpa pengetahuan hanyalah khayalan yang takkan bisa menjadi nyata. Namun imajinasi dengan ilmu pengetahuan ibarat impian yang sangat mungkin jadi nyata.

 

Ada juga pepatah yang bilang, "You are what you think you are." Yang artinya anda adalah apa yang anda pikirkan. Pepatah itupun seirama dengan kata-kata Einstein tadi. Jika kita memikirkan kita adalah orang yang lemah, yang tak mampu mencapai apa yang kita impikan, kita benar. Tapi jika kita memikirkan bahwa kita adalah orang yang mampu mencapai apa yang kita impikan, mungkin kita pun benar. (net

Komentar