Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Air Sumur Mengering Warga Terpaksa Beli Air Galonan

Oleh: Misbah Hidayat - Jumat 14 Agustus 2015 | 08:00 WIB

Air Sumur Mengering Warga Terpaksa Beli Air Galonan

net

BERITACIANJUR.COM – Menyiasati kian parahnya krisis air yang terjadi akibat kemarau ekstrim, beragam cara dilakukan warga. Untuk mengamankan stok kebutuhan air bersih keluarganya, tak sedikit warga yang harus rela berjalan jauh ke kampung lain sambil menenteng jerigen atau ember pengangkut air.

 

Upaya berbeda dilakukan warga yang tingkat ekonominya lumayan baik. Untuk menghemat waktu dan tenaga, mereka memilih menggunakan jasa warga lainnya guna membantu mencari dan mengangkut air bersih yang dibutuhkannya. Risikonya, mereka mau tidak mau harus merogoh kantongnya hingga puluhan ribu rupiah sebagai ganti ongkos angkut.  

 

Pilihan seperti itu antara lain dijalani Aan (35), warga Kampung Jangarang RT 03/02, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku. Menurut Aan, hal itu terpaksa ia lakukan karena cadangan air di sumur miliknya terus berkurang seiring semakin bertambah parahnya dampak kemarau yang terjadi saat ini.

 

“Untuk memenuhi kebutuhan air, saya terpaksa merogoh kocek untuk membayar orang yang bersedia mengambilkan air ke kampung lain, yang belum terkena dampak kekeringan,” ucap Aan kepada “BC”, kemarin.

 

Nominal uang yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa tukang angkut air ini berbeda-beda, tergantung dari jauh dekatnya sumber air.“Biasanya sih kalau saya, menghargai jasanya untuk satu jerigen air sebesar Rp 25.00 rupiah,” paparnya.

 

Sementara air yang diperlukan setiap harinya mencapai 5 jerigen. Air sebanyak itu diguna untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan warung yang ia miliki.

 

Ditemui terpisah, Kepala Desa Mulyasari Iyan Sopyan mengatakan, akibat musim kemarau tahun ini warganya memang mengalami kesulitan mendapatkan  air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggannya.

 

“Sebagian warga saya terpaksa membeli air guna memenuhi kebutuham sehari-hari untuk digunakan mandi dan mencuci,” ungkapnya.

 

Untuk meringankan beban warga, ia berharap pemerintah daerah agar segera memberikan bantuan air bersih. Alasannya, selama ini warga sangat membutuhkan bantuan air tersebut, karena sumber cadangan air yang biasa digunakan sudah kering. ***

Komentar