Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Air Sumur Mengering Warga Terpaksa Beli Air Galonan

Misbah Hidayat

Jumat, 14 Agustus 2015 - 08:00 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Menyiasati kian parahnya krisis air yang terjadi akibat kemarau ekstrim, beragam cara dilakukan warga. Untuk mengamankan stok kebutuhan air bersih keluarganya, tak sedikit warga yang harus rela berjalan jauh ke kampung lain sambil menenteng jerigen atau ember pengangkut air.

Upaya berbeda dilakukan warga yang tingkat ekonominya lumayan baik. Untuk menghemat waktu dan tenaga, mereka memilih menggunakan jasa warga lainnya guna membantu mencari dan mengangkut air bersih yang dibutuhkannya. Risikonya, mereka mau tidak mau harus merogoh kantongnya hingga puluhan ribu rupiah sebagai ganti ongkos angkut.  

Pilihan seperti itu antara lain dijalani Aan (35), warga Kampung Jangarang RT 03/02, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku. Menurut Aan, hal itu terpaksa ia lakukan karena cadangan air di sumur miliknya terus berkurang seiring semakin bertambah parahnya dampak kemarau yang terjadi saat ini.

“Untuk memenuhi kebutuhan air, saya terpaksa merogoh kocek untuk membayar orang yang bersedia mengambilkan air ke kampung lain, yang belum terkena dampak kekeringan,” ucap Aan kepada “BC”, kemarin.

Nominal uang yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa tukang angkut air ini berbeda-beda, tergantung dari jauh dekatnya sumber air.“Biasanya sih kalau saya, menghargai jasanya untuk satu jerigen air sebesar Rp 25.00 rupiah,” paparnya.

Sementara air yang diperlukan setiap harinya mencapai 5 jerigen. Air sebanyak itu diguna untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan warung yang ia miliki.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Mulyasari Iyan Sopyan mengatakan, akibat musim kemarau tahun ini warganya memang mengalami kesulitan mendapatkan  air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggannya.

“Sebagian warga saya terpaksa membeli air guna memenuhi kebutuham sehari-hari untuk digunakan mandi dan mencuci,” ungkapnya.

Untuk meringankan beban warga, ia berharap pemerintah daerah agar segera memberikan bantuan air bersih. Alasannya, selama ini warga sangat membutuhkan bantuan air tersebut, karena sumber cadangan air yang biasa digunakan sudah kering. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Aktualita 24/04/2018 08:00 WIB

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.