Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:45

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Makin Cermat Pilih Celana Jeans

Oleh: Raka Pramudya - Kamis 22 Oktober 2015 | 17:00 WIB

Makin Cermat Pilih Celana Jeans

net

CELANA jeans merupakan salah satu koleksi busana yang sangat digemari oleh pria dan wanita. Seiring waktu, celana jeans bisa dikenakan di sejumlah acara, formal dan non-formal. Namun, kenyataannya tidak mudah dalam memiliki celana jeans dengan kualitas terbaik.

 

Celana jeans yang telah hadir di pasaran, seperti kita ketahui dijual dalam berbagai tingkat harga, mulai dari yang paling murah, biasanya dibanderol dengan harga ratusan ribu rupiah, hingga paling tinggi, yang dibanderol dengan harga jutaan rupiah.

 

Selain Model, tentunya bahan jeans dengan kualitas tinggi yang mempengaruhi harga jual busana tersebut. Lantas bagaimanakah membedakan jeans dengan kualitas yang baik dan tidak?

 

Menurut Jill Lawrence, Fabric Consultant dari Inggris untuk RA Jeans, masalah yang paling utama dari celana jeans adalah sulit untuk diketahui apakah bahan yang digunakan berkualitas terbaik atau tidak, secara kasat mata.

 

"Masalahnya, ada celana jeans yang Modelnya bagus, fashionable,harga mahal, tapi ternyata kualitasnya buruk," ujar Lawrence.

 

Untuk itu Lawrence yang ditemui dalam peluncuran RA Jeans di Egome, Gunawarman, Jakarta, Jumat (8/10/2015), menyarankan Anda untuk menyentuh dan merasakan bahan dari celana jeans tersebut.

 

Celana jeans dengan kualitas baik akan terasa nyaman dan halus saat disentuh, sama seperti bahan tekstil yang lain, misal katun atau rayon, yang juga dapat dibedakan lewat sentuhan.  

 

Bahan celana jeans dengan kualitas tinggi biasanya cenderung bewarna gelap. Sebab, menurut Lawrence, celana jeans bewarna pucat sudah melalui tahap bleaching yang cukup banyak dan membuat bahan menjadi tipis, serta lebih rentan rusak. Saat ini, kata Lawrence, telah muncul inovasi celana jeans seperti bahan antibakterial yang membuat celana memiliki kualitas jaminan mutu.

 

Di Indonesia sendiri, Kaum pria dan wanita, terutama generasi muda, baik di dunia atau Indonesia, umumnya memiliki satu pasang celana tipe skinny jeans. Celana dengan potongan yang pas di tubuh ini, memang menjadi tren selama hampir sepuluh tahun belakangan. Saking maraknya, rasanya sudah sangat lazim melihat seseorang mengenakan celana skinny jeans dalam berbagai kesempatan.

 

Namun demikian, ternyata skinny jeans tidaklah begitu populer di Eropa atau Amerika Serikat. Menurut Jill Lawrence, Fabric Concultant dari Inggris untuk RA Jeans mengatakan bahwa di negara asalnya, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya skinny jeans tak menjadi favorit, "Di Eropa orang-orang lebih suka mengenakan celana jeans dengan Model lebih longgar, seperti boyfriend jeans," ujar Lawrence.

 

Berbeda dengan Eropa, orang Amerika Serikat, menurut Lawrence terbilang rata untuk penggunaan skinny jeans dan Model yang lebih longgar. "Kalau di sana (AS) ada yang mengenakan skinny jeans tapi tidak banyak, mereka lebih senang dengan yang berpotongan lurus," ujar Lawrence.

 

Lawrence juga mengungkapkan bahwa bahan jeans sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat dunia. "Celana jeans itu akan terus ada, karena celana ini menghapus batas dan kelas ekonomi seseorang. Saat seseorang mengenakan jeans, kita tak akan tahu latar belakangnya," tutur Lawrence. (net)

Komentar