Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Awas, Cokelat Bisa Sebabkan Kanker Usus

Oleh: Maharaya Akbar - Jumat 23 Oktober 2015 | 17:00 WIB

Awas, Cokelat Bisa Sebabkan Kanker Usus

net

COKELAT, siapa yang tidak suka dengan makanan manis satu ini? Rasanya yang unik, manis, dan memiliki sifat menenangkan setelah dikonsumsi membuatnya memiliki banyak penggemar. Semua orang pasti setuju bahwa sebuah makanan penutup apapun yang diberikan sentuhan cokelat di atasnya mampu membuat makanan terasa mewah.

 

Tapi tunggu dulu, bagi penyuka cokelat awas berhati-hatilah karena sebuah penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk membuktikan bahwa cokelat bisa meningkatkan risiko terkena kanker usus. Bagaimana bisa?

 

Roger Leicester, ahli endoskopi di St George's Hospital memaparkan, hal yang tidak diketahui banyak orang adalah makan cokelat pun bisa meningkatkan risiko untuk terkena kanker usus. Adalah kandungan gula dan lemak yang tinggi di dalamnya inilah yang bisa meningkatkan produksi sel kanker dalam usus.

 

“Solusinya, lebih baik Anda mengonsumsi dark chocolate. Sebab jenis cokelat ini lebih tinggi akan zat antioksidan sehingga bagus untuk mencegah penyakit kanker. Apalagi dark chocolate lebih rendah gula dan lemak sehingga tidak akan membahayakan kesehatan tubuh Anda," paparnya. (net)

Komentar