Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Sawah Kekeringan, Warga Sukadana Membangun Kincir Air

Zenal Mustari

Jumat, 14 Agustus 2015 - 06:44 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Akibat debit air yang terus menyusut setiap harinya dikarenakan musim kemarau saat ini mengakibatkan keberadaan irigasi tidak mampu lagi untuk mengairi areal persawahan di Kampung Cieceng, Desa Sukadana dan sekitarnya.

Namun, bagi warga pemilik sawah pun tak tinggal diam, mereka secara swadaya berinisiatif membangun kincir air berukuran besar di Sungai Cikondang kendati debit airnya tidak terlalu besar karena sedang musim kemarau.

Menurut Ade Ayub (47), salah seorang petani asal Sindanghayu menjelaskan, cara kerja kincir air ini memang masih relatif sederhana yakni air dari aliran sungai diambil oleh potongan bambu yang menempel di kincir tersebut.

Potongan bambu yang terus berputar lalu menumpahkan air pada saat posisi bambu berada di atas, tumpahan airnya kemudian ditampung di sebuah talang yang kemudian mengalirkan air ke sawah-sawah yang mengalami kekeringan.

"Satu kincir bisa mengairi sekitar satu hektar sawah,  saat ini saya tengah kembali membuat satu kincir lagi dengan harapan dapat mengaliri lagi sawah lainnya yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau," tutur Ade kepada "BC" saat ditemui Kamis (13/8).

Dia mengatakan, bila lahan persawahan di daerahnya sudah tidak teraliri air kurang lebih sejak satu bulan yang lalu. Dirinya mengungkapkan, sebelumnya warga telah membuat satu kincir air untuk dapat mengairi sawah. "Ini merupakan kincir kedua yang sengaja kami bangun secara swadaya," kata Ade.

Ade menerangkan, setidaknya butuh waktu sekitar satu minggu lamanya untuk membuat satu kincir air, dalam kurun waktu tersebut dihabiskan untuk mengumpulkan bahan-bahan hingga merakit kemudian menyetel kincir. "Kalau untuk memasang satu kincir air kurang lebih membutuhkan waktu sekitar satu pekan lamanya dan itu bisa langsung terpakai," terangnya.

Ade merinci, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kincir air yaitu diantaranya seperti kayu papan, kayu balok, dan paku serta menggunakan empat batang bambu masing-masing sepanjang sepuluh meter. "Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan baku satu kincir air, kalau ditotal sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk ongkos tukangnya sendiri tidak dibayar karena kami membuatnya secara gotong-royong," ujarnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Usep, sebelumnya sawah miliknya seluas hampir satu hektar tidak bisa dialiri air. Beruntung ada kincir air yang dibuatnya bersama warga, sehingga tanaman padi miliknya dapat terelamatkan.

"Kincir air ini sangat bermanfaat untuk mengairi sawah warga, selain tak mengalami kekeringan hasil produksi padi juga menjadi sedikit meningkat. Kami manfaatkan aliran Sungai Cikondang ini dengan membuat kincir dan airnya dapat kami tampung untuk mengairi sawah kami," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…