Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Sawah Kekeringan, Warga Sukadana Membangun Kincir Air

Zenal Mustari

Jumat, 14 Agustus 2015 - 06:44 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Akibat debit air yang terus menyusut setiap harinya dikarenakan musim kemarau saat ini mengakibatkan keberadaan irigasi tidak mampu lagi untuk mengairi areal persawahan di Kampung Cieceng, Desa Sukadana dan sekitarnya.

Namun, bagi warga pemilik sawah pun tak tinggal diam, mereka secara swadaya berinisiatif membangun kincir air berukuran besar di Sungai Cikondang kendati debit airnya tidak terlalu besar karena sedang musim kemarau.

Menurut Ade Ayub (47), salah seorang petani asal Sindanghayu menjelaskan, cara kerja kincir air ini memang masih relatif sederhana yakni air dari aliran sungai diambil oleh potongan bambu yang menempel di kincir tersebut.

Potongan bambu yang terus berputar lalu menumpahkan air pada saat posisi bambu berada di atas, tumpahan airnya kemudian ditampung di sebuah talang yang kemudian mengalirkan air ke sawah-sawah yang mengalami kekeringan.

"Satu kincir bisa mengairi sekitar satu hektar sawah,  saat ini saya tengah kembali membuat satu kincir lagi dengan harapan dapat mengaliri lagi sawah lainnya yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau," tutur Ade kepada "BC" saat ditemui Kamis (13/8).

Dia mengatakan, bila lahan persawahan di daerahnya sudah tidak teraliri air kurang lebih sejak satu bulan yang lalu. Dirinya mengungkapkan, sebelumnya warga telah membuat satu kincir air untuk dapat mengairi sawah. "Ini merupakan kincir kedua yang sengaja kami bangun secara swadaya," kata Ade.

Ade menerangkan, setidaknya butuh waktu sekitar satu minggu lamanya untuk membuat satu kincir air, dalam kurun waktu tersebut dihabiskan untuk mengumpulkan bahan-bahan hingga merakit kemudian menyetel kincir. "Kalau untuk memasang satu kincir air kurang lebih membutuhkan waktu sekitar satu pekan lamanya dan itu bisa langsung terpakai," terangnya.

Ade merinci, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kincir air yaitu diantaranya seperti kayu papan, kayu balok, dan paku serta menggunakan empat batang bambu masing-masing sepanjang sepuluh meter. "Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan baku satu kincir air, kalau ditotal sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk ongkos tukangnya sendiri tidak dibayar karena kami membuatnya secara gotong-royong," ujarnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Usep, sebelumnya sawah miliknya seluas hampir satu hektar tidak bisa dialiri air. Beruntung ada kincir air yang dibuatnya bersama warga, sehingga tanaman padi miliknya dapat terelamatkan.

"Kincir air ini sangat bermanfaat untuk mengairi sawah warga, selain tak mengalami kekeringan hasil produksi padi juga menjadi sedikit meningkat. Kami manfaatkan aliran Sungai Cikondang ini dengan membuat kincir dan airnya dapat kami tampung untuk mengairi sawah kami," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…