Rabu, 24 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Sawah Kekeringan, Warga Sukadana Membangun Kincir Air

Zenal Mustari

Jumat, 14 Agustus 2015 - 06:44 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Akibat debit air yang terus menyusut setiap harinya dikarenakan musim kemarau saat ini mengakibatkan keberadaan irigasi tidak mampu lagi untuk mengairi areal persawahan di Kampung Cieceng, Desa Sukadana dan sekitarnya.

Namun, bagi warga pemilik sawah pun tak tinggal diam, mereka secara swadaya berinisiatif membangun kincir air berukuran besar di Sungai Cikondang kendati debit airnya tidak terlalu besar karena sedang musim kemarau.

Menurut Ade Ayub (47), salah seorang petani asal Sindanghayu menjelaskan, cara kerja kincir air ini memang masih relatif sederhana yakni air dari aliran sungai diambil oleh potongan bambu yang menempel di kincir tersebut.

Potongan bambu yang terus berputar lalu menumpahkan air pada saat posisi bambu berada di atas, tumpahan airnya kemudian ditampung di sebuah talang yang kemudian mengalirkan air ke sawah-sawah yang mengalami kekeringan.

"Satu kincir bisa mengairi sekitar satu hektar sawah,  saat ini saya tengah kembali membuat satu kincir lagi dengan harapan dapat mengaliri lagi sawah lainnya yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau," tutur Ade kepada "BC" saat ditemui Kamis (13/8).

Dia mengatakan, bila lahan persawahan di daerahnya sudah tidak teraliri air kurang lebih sejak satu bulan yang lalu. Dirinya mengungkapkan, sebelumnya warga telah membuat satu kincir air untuk dapat mengairi sawah. "Ini merupakan kincir kedua yang sengaja kami bangun secara swadaya," kata Ade.

Ade menerangkan, setidaknya butuh waktu sekitar satu minggu lamanya untuk membuat satu kincir air, dalam kurun waktu tersebut dihabiskan untuk mengumpulkan bahan-bahan hingga merakit kemudian menyetel kincir. "Kalau untuk memasang satu kincir air kurang lebih membutuhkan waktu sekitar satu pekan lamanya dan itu bisa langsung terpakai," terangnya.

Ade merinci, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kincir air yaitu diantaranya seperti kayu papan, kayu balok, dan paku serta menggunakan empat batang bambu masing-masing sepanjang sepuluh meter. "Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan baku satu kincir air, kalau ditotal sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk ongkos tukangnya sendiri tidak dibayar karena kami membuatnya secara gotong-royong," ujarnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Usep, sebelumnya sawah miliknya seluas hampir satu hektar tidak bisa dialiri air. Beruntung ada kincir air yang dibuatnya bersama warga, sehingga tanaman padi miliknya dapat terelamatkan.

"Kincir air ini sangat bermanfaat untuk mengairi sawah warga, selain tak mengalami kekeringan hasil produksi padi juga menjadi sedikit meningkat. Kami manfaatkan aliran Sungai Cikondang ini dengan membuat kincir dan airnya dapat kami tampung untuk mengairi sawah kami," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 35 menit yang lalu

5 Kecamatan di Cianjur Terdampak Gempa

Gempa bumi menggoyang Cianjur, Selasa (23/1/2018) siang. Sejumlah wilayah di selatan Cianjur terdampak cukup parah. Tercatat, sejumlah bangunan rusak dan delapan orang siswa sekolah mengalami luka-luka.

Aktualita 40 menit yang lalu

Masalahnya Banyak, RSUD Akan Diperiksa Khusus

SETELAH satu per satu permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur terbongkar, akhirnya Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur akan segera melakukan pemeriksaan khusus (riksus), terhadap para…

Aktualita 23/01/2018 08:05 WIB

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 23/01/2018 08:00 WIB

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…