Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

JEJAK : Setelah Berabad-abad, Para Ahli Telusuri Negeri Haqf

Oleh: Zulfah Robbania - Jumat 14 Agustus 2015 | 18:00 WIB

JEJAK : Setelah Berabad-abad, Para Ahli Telusuri Negeri Haqf

net

BERITACIANJUR.COM – Mayoritas umat Muslim tentu pernah mendengar kisah umat Nabi Hud AS, kaum 'Aad, yang ditimpa azab Allah SWT. Dikisahkan kaum 'Aad merupakan kaum yang durhaka kepada Allah dengan menjadi kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah peristiwa banjir besar dan luluhlantaknya umat manusia kafir pada masa Nabi Nuh AS.

 

Kisah tentang kaum 'Aad ini bahkan tertuang jelas dalam Alquran antara lain surat Al-A'raaf dan surat Hud. Dalam Quran diceritakan, Nabi Hud AS sengaja diutus Allah untuk menyelamatkan kaum 'Aad dari kebodohan dan kesesatan.

 

Namun sekeras apapun usaha Nabi Hud AS, mereka tetap tidak mau mengakui Allah sebagai Tuhan. Kaum 'Aad bahkan 'menantang' Allah untuk segera mendatangkan azab pada mereka.

 

Hingga akhirnya, 'tantangan' tersebut terjawab. Dalam Quran surat Al-Haqqah dijelaskan, Allah mendatangkan azab yang dahsyat pada kaum 'Aad. Azab tersebut berupa angin yang sangat kencang. Saking kencangnya, angin tersebut lalu memutar kepala-kepala mereka hingga putus dan yang tersisa hanya jasad-jasad tanpa kepala.

 

Beberapa dari mereka lari mengungsi ke gua-gua dan gunung-gunung karena rumah-rumahnya telah hancur. Namun kemudian Allah mengutus angin Al-Aqim, yakni angin panas yang disertai nyala api untuk membinasakan mereka. Alhasil tak ada bentuk kehidupan yang tersisa. Negeri kaum 'Aad musnah seketika.

 

Namun setelah berabad-abad lamanya, jejak peristiwa maha dahsyat itu ternyata dapat ditelusuri kembali. Sejumlah ulama, ahli tafsir hingga ahli geografi melakukan penelitian dan mendapati bahwa dahulu kaum 'Aad tinggal di sebuah wilayah bernama Haqf. Haqf berarti 'pasir yang miring'. Kini, wilayah tersebut bernama Zhaafar dan merupakan bagian dari negara Yaman yang berbatasan langsung dengan Oman.

 

Adapun peninggalan-peninggalan kaum 'Aad memang telah musnah tertimbun pasir. Namun adanya penggalian dan penelitian arkeologi sejak tahun 1980-an hingga 2000-an berhasil menemukan sisa-sisa bangunan yang dianggap peninggalan kaum 'Aad.

 

Bangunan ini ditemukan terkubur di padang pasir ar-Rub'u al-Khali di wilayah Zhaafar, 150 km sebelah utara Kota Shalabah, selatan kerajaan Oman. Penemuan tersebut membuktikan kebenaran kisah kaum 'Aad dalam Alquran. (net)

Komentar