Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Teh Cianjur Tak Seharum Aromanya. Pejabat Saling Tuding

Achilles

Minggu, 19 Juli 2015 - 11:21 WIB

sumber beritacianjur.com
sumber beritacianjur.com
A A A

Mempunyai produksi ratusan ribu ton daun teh setiap tahun dan memiliki belasan ribu hektare luasan kebun teh ternyata  tidak cukup membuat teh Cianjur jadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Serbuan teh dari luar Cianjur masih menghiasi pasaran teh di Cianjur. Lalu mengapa teh Cianjur ini tidak bisa menjadi primadona setidaknya di daerahnya sendiri. Apa yang salah?

Pengelolaan yang kurang serius dan satu mata rantai kewenangan pengelolaan bisa jadi juga bagian dari persoalan. Tidak hanya di Cianjur, pengelolaan teh dari skala provinsi saja juga menemukan masalah. Luas lahan dan produktivitasnya cenderung menurun. 

Pada 2007-2009, Statistik Perkebunan Indonesia Ditjen Perkebunan mencatat terjadi penyusutan lahan produktif dari 129.599 hektare menjadi 107.087 hektare (berkurang 22.512 hektare). Hal itu tak luput dari sumbangsih penyusutan lahan di Jawa Barat (Jabar). Sebagai "penyumbang" 74 persen kebun teh nasional, dalam jangka waktu tersebut, berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat di Jabar terjadi pengurangan lahan hingga 3.937 hektare, dari semula 101.075 hektare menjadi 97.138 hektare.

Sementara dari produktivitasnya, penurunan terjadi sejak 2005. Pada tahun tersebut, produktivitas rata-rata teh di Jabar yang mencapai 1.622,25 ton (dari luas lahan 102.304,78 hektar) merosot menjadi 1.491 ton pada 2009. Akibatnya, prestasi Indonesia dalam jagat teh internasional tak lagi berkibar. Indonesia yang sebelumnya pernah duduk di peringkat ketiga produsen teh dunia, anjlok ke posisi tujuh. 

Indonesia merupakan pamungkas dari produsen terbesar secara berturut-turut, yaitu Cina, India, Kenya, Srilanka, Vietnam, dan Turki. Lebih parahnya lagi, Indonesia tersalip oleh Vietnam yang merupakan anggota baru dalam percaturan teh dunia. Padahal, sebelumnya Vietnam menggali ilmu teh dari Indonesia. 

Vietnam, negara yang baru merdeka pada 1978 itu, sekitar lima tahun lalu gencar menjalin kerja sama di bidang teh dengan Republik Indonesia (RI). Jelas terlihat, Pemerintah Vietnam memang serius berkiprah di dunia teh. Sementara di Indonesia, seperti yang diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Jabar Nana Subarna, keseriusan pengelolaan teh lebih terlihat pada masa pemerintahan kolonial Belanda. 

Meskipun peluang dan potensi teh Indonesia begitu besar, baik dari perkebunan rakyat, swasta, maupun negara, pemerintah RI masih belum serius menyinergikan-nya. Pemerintah lebih memilih menjalankan peran minimal ketimbang merancang strategi cerdas atau terobosan agar teh nasional bergairah.

Dalam menggenjot produktivitas teh rakyat misalnya, pemerintah sekarang lebih memilih memberikan bantuan sarana dan prasarana. Padahal, strategi jitu tampaknya lebih dibutuhkan karena selama ini dengan luas 50.137 hektare, yang artinya paling luas dibandingkan dengan perkebunan negara (25.899 hektare) dan swasta (21.102 hektare), produktivitas teh rakyat paling rendah. Selain tidak menjangkau semua petani, model bantuan juga tidak menjamin program bisa efektif atau tepat sasaran. 

Untuk  Kabupaten Cianjur sendiri kualitas teh rakyat (TR) Cianjur sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, dengan segala keistimewaan tanaman teh, bukan tidak mungkin dengan kondisi yang ada saat ini dengan hanya mengandalkan pengolahan dan pemasaran secara tradisional membuat dari sisi pemasaran, teh Cianjur mandeg dan membuat masyarakat kurang mengkonsumsi teh.

Kepala Seksi Bina Budidaya Tanaman Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Cianjur, Bastari mengatakan luas lahan teh rakyat yang terdapat di Kab. Cianjur mencapai 14.329.57 HA  yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kab. Cianjur. Dianrtaranya, di Kec. Takokak, Sukanegara, Campaka, gekbrong, Warungkondang, Kadupandak, Campaka mulya.

“Namun kebun teh yang paling berpotensi di wilayah Kabupaten Cianjur terletak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Takokak, Campaka dan Sukanegara,” ucapnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…