Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Teh Cianjur Tak Seharum Aromanya. Pejabat Saling Tuding

Achilles

Minggu, 19 Juli 2015 - 11:21 WIB

sumber beritacianjur.com
sumber beritacianjur.com
A A A

Mempunyai produksi ratusan ribu ton daun teh setiap tahun dan memiliki belasan ribu hektare luasan kebun teh ternyata  tidak cukup membuat teh Cianjur jadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Serbuan teh dari luar Cianjur masih menghiasi pasaran teh di Cianjur. Lalu mengapa teh Cianjur ini tidak bisa menjadi primadona setidaknya di daerahnya sendiri. Apa yang salah?

Pengelolaan yang kurang serius dan satu mata rantai kewenangan pengelolaan bisa jadi juga bagian dari persoalan. Tidak hanya di Cianjur, pengelolaan teh dari skala provinsi saja juga menemukan masalah. Luas lahan dan produktivitasnya cenderung menurun. 

Pada 2007-2009, Statistik Perkebunan Indonesia Ditjen Perkebunan mencatat terjadi penyusutan lahan produktif dari 129.599 hektare menjadi 107.087 hektare (berkurang 22.512 hektare). Hal itu tak luput dari sumbangsih penyusutan lahan di Jawa Barat (Jabar). Sebagai "penyumbang" 74 persen kebun teh nasional, dalam jangka waktu tersebut, berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat di Jabar terjadi pengurangan lahan hingga 3.937 hektare, dari semula 101.075 hektare menjadi 97.138 hektare.

Sementara dari produktivitasnya, penurunan terjadi sejak 2005. Pada tahun tersebut, produktivitas rata-rata teh di Jabar yang mencapai 1.622,25 ton (dari luas lahan 102.304,78 hektar) merosot menjadi 1.491 ton pada 2009. Akibatnya, prestasi Indonesia dalam jagat teh internasional tak lagi berkibar. Indonesia yang sebelumnya pernah duduk di peringkat ketiga produsen teh dunia, anjlok ke posisi tujuh. 

Indonesia merupakan pamungkas dari produsen terbesar secara berturut-turut, yaitu Cina, India, Kenya, Srilanka, Vietnam, dan Turki. Lebih parahnya lagi, Indonesia tersalip oleh Vietnam yang merupakan anggota baru dalam percaturan teh dunia. Padahal, sebelumnya Vietnam menggali ilmu teh dari Indonesia. 

Vietnam, negara yang baru merdeka pada 1978 itu, sekitar lima tahun lalu gencar menjalin kerja sama di bidang teh dengan Republik Indonesia (RI). Jelas terlihat, Pemerintah Vietnam memang serius berkiprah di dunia teh. Sementara di Indonesia, seperti yang diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Jabar Nana Subarna, keseriusan pengelolaan teh lebih terlihat pada masa pemerintahan kolonial Belanda. 

Meskipun peluang dan potensi teh Indonesia begitu besar, baik dari perkebunan rakyat, swasta, maupun negara, pemerintah RI masih belum serius menyinergikan-nya. Pemerintah lebih memilih menjalankan peran minimal ketimbang merancang strategi cerdas atau terobosan agar teh nasional bergairah.

Dalam menggenjot produktivitas teh rakyat misalnya, pemerintah sekarang lebih memilih memberikan bantuan sarana dan prasarana. Padahal, strategi jitu tampaknya lebih dibutuhkan karena selama ini dengan luas 50.137 hektare, yang artinya paling luas dibandingkan dengan perkebunan negara (25.899 hektare) dan swasta (21.102 hektare), produktivitas teh rakyat paling rendah. Selain tidak menjangkau semua petani, model bantuan juga tidak menjamin program bisa efektif atau tepat sasaran. 

Untuk  Kabupaten Cianjur sendiri kualitas teh rakyat (TR) Cianjur sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, dengan segala keistimewaan tanaman teh, bukan tidak mungkin dengan kondisi yang ada saat ini dengan hanya mengandalkan pengolahan dan pemasaran secara tradisional membuat dari sisi pemasaran, teh Cianjur mandeg dan membuat masyarakat kurang mengkonsumsi teh.

Kepala Seksi Bina Budidaya Tanaman Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Cianjur, Bastari mengatakan luas lahan teh rakyat yang terdapat di Kab. Cianjur mencapai 14.329.57 HA  yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kab. Cianjur. Dianrtaranya, di Kec. Takokak, Sukanegara, Campaka, gekbrong, Warungkondang, Kadupandak, Campaka mulya.

“Namun kebun teh yang paling berpotensi di wilayah Kabupaten Cianjur terletak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Takokak, Campaka dan Sukanegara,” ucapnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…