Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Jangan Sembarang Lakukan Diet

Oleh: Raka Pramudya - Senin 02 Nopember 2015 | 17:00 WIB

Jangan Sembarang Lakukan Diet

Ilustrasi/net

KEGEMUKAN sudah menjadi masalah sejak dulu. Karena itu diet sebagai cara terefektif untuk mengatasi problem ini, telah banyak berkembang dari waktu ke waktu. Para ahli berlomba-lomba menciptakan metode diet yang mereka klaim sebagai cara tercepat dan teraman untuk membentuk tubuh ideal.

 

Tetapi ternyata tanpa disadari terdapat efek negatif di balik metode-metode tersebut. Beberapa di antaranya bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada bagian tubuh. Ini sama saja menambah masalah baru, padahal tubuh ideal belum pasti didapat. Karena itu jangan sampai salah pilih program diet!

 

Beberapa metode diet yang selama ini sudah cukup populer, ternyata menurut penelitian mengandung beberapa efek negatif. Coba kita liat beberapa metode yang ada:

 

– Pembakaran Lemak

Berbahan aktif L-carnitine, pantothenic acid. Carnitin adalah asam amino yg membantu membakar lemak, sedangkan asam pantotenat adalah bagian dari enzim yang membantu membakar asam lemak. Tetapi ternyata bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk jangka waktu yg panjang.

 

– Pengurang Nafsu Makan

Bertindak sebagai makanan suplemen, dengan bahan aktif L-carnitine dan fiber, yang mengembang dalam perut ketika dikonsumsi dengan air untuk mengurangi nafsu makan. Produk ini ternyata menghasilkan sisa terbesar, yang membuat pembengkakan di bagian usus. Tidak memberikan banyak gizi, hanya membuat perut terasa penuh dan mencegah rasa lapar. Sehingga mengurangi asupan makanan dan menyebabkan kekurangan nutrisi.

 

– Penyerap/Pengikat Lemak

Dengan chitosan dan shellfish fibre-nya akan menempel di lemak, menyerap dan mengeluarkannya sebelum terjadi penimbunan sel lemak. Untuk penggunaan jangka waktu yg lama, tubuh akan kekurangan lemak dan vitamin yg larut dalam lemak (A,D,E dan K).

 

– Teh Pelangsing

Berbahan ramuan tradisional, akan bereaksi seperti obat pencuci perut ringan. Tetapi bisa menyebabkan kehilangan banyak air, mineral dan elektrolit yang dibutuhkan. Terutama jika kurang minum air. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan pada usus.

 

– Detoksifikasi/Suplemen Penurun Berat

Memakai ramuan tradisional untuk membersihkan sistem pencernaan dengan memindahkan penumpukan racun. Selama masa pengobatan ternyata akan timbul iritasi, jerawat, bintik merah pada kulit. Gejalanya berlangsung selama seminggu Gejala pada setiap orang berbeda.

 

– Penetral Zat Tepung/Blok Lemak dan Karbohidrat

Dengan bahan aktif phaseolamine akan mengganggu enzim pencernaan (amylase) untuk mengubah zat tepung menjadi gula, sehingga mengganggu penyerapannya. Tetapi akibatnya tubuh akan kekurangan nutrisi yg dibutuhkan. Terjadi kekurangan karbohidrat, lemak dan protein yang dapat menghasilkan energi, sehingga tubuh mudah diserang penyakit.

 

– Pembangkit Energi

Cara kerjanya meningkatkan pembakaran energi untuk menurunkan berat badan dengan kandungan aktifnya berupa ephedrine, caffeine, synephrine dan chromium. Jeleknya, ephdrine dan synephrine bisa menyebabkan detak jantung tak teratur dan tekanan darah tinggi. Kafein juga dapat menyebabkan denyut jantung tak teratur dan merupakan pantangan utama orang yg mempunyai sakit jantung, hipertensi dan penyakit kelenjar gondok.

 

– Drug-Xenical

Mengandung bahan aktif pharmacotherapy, cara kerjanya dengan mengganggu lipase sehingga mengurangi penyerapan diet lemak. Efek samping yang ditimbulkan cukup memalukan yaitu tubuh tidak dapat menahan buang air besar dan fesesnya berminyak.

 

– Drug-Reductil

Prinsip kerjanya menahan nafsu makan dengan mengganggu sambungan urat syaraf otak. Bahan aktif yang digunakan adalah pharmacotherapy. Namun ternyata produk diet ini bisa menyebabkan mulut kering, konstipasi, susah tidur dan resiko tekanan darah tinggi.

 

Lantas apakah berarti lebih baik tidak perlu diet? Harus pasrah saja punya tubuh gemuk? Tentu tidak! Solusi terbaik mengurangi kegemukan tetaplah diet tetapi pilihlah metode yang aman.(net)

Komentar