Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:33

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Horor AS - Fidel Castro Tuntas, Bendera AS Berkibar di Havana

Oleh: internet/reuters - Jumat 14 Agustus 2015 | 23:00 WIB

Horor AS - Fidel Castro Tuntas, Bendera AS Berkibar di Havana

Permusuhan Fidel Castro - AS berakhir. Bendesa AS berkibar di Havana...

BERITACIANJUR.COM, HAVANA. --54 Tahun sudah permusuhan AS – Kuba jadi horor yang menegangkan. Namun Hari ini, Jumat 14 Agustus 2015, cerita buruk itu seakan terhapus dengan berkibarnya bendera Amerika Serikat di Havana.

 

Normalisasi hubungan kedua negara pun di tandai dengan hadirnya Kedutaan Besar AS di Kuba. Setelah sebelumnya Kuba membuka Kedubesnya di Washington, 20 Juli 2015. Menyusul membaiknya hubungan dua negara. Permusuhan yang ditandai dengan embargo dan sanksi ekonomi pun segera diakhiri.
 

Diberitakan Reuters, pengibaran bendera di Kedutaan besar AS di Havana dilakukan oleh tiga pensiunan anggota marinir Amerika yang pada tahun 1961 menurunkan bendera tersebut menyusul keretakan hubungan dua negara. Acara itu disaksikan oleh tamu undangan dan para warga di kota itu.

 

John Kerry yang menjadi menteri luar negeri AS pertama yang menyambangi Kuba dalam 70 tahun terakhir dalam pidatonya mengatakan bahwa permusuhan yang dialami kedua negara bukanlah hal yang benar dan harus diluruskan menuju hubungan yang lebih baik.
 

Acara simbolis kali ini adalah buah dari kesepakatan akur Havana dan Washington delapan bulan lalu. Kedua negara sepakat menormalisasi hubungan dan memulihkan misi diplomatis, yaitu dibukanya kembali perwakilan di masing-masing negara.


Kendati hubungan membaik, namun Kerry menegaskan sikap AS yang menentang riwayat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Kuba. "Kami tetap yakin bahwa rakyat Kuba akan lebih baik jika menggunakansistem demokrasi, di mana rakyatnya bebas memilih pemimpin mereka," kata Kerry.
 

Malam sebelumnya, papan nama bertuliskan "Embassy of the United States of America" dipasang di pintu masuk gedung tujuh lantai tersebut. 
 

Terlihat tiga mobil antik buatan Amerika diparkir sebagai latar mimbar tempat Kerry berpidato: Chevrolet Bel Air tahun 1955 dan 1967, dan Chevrolet Impala tahun 1959, tahun pecahnya revolusi Kuba yang menghasilkan kepemimpinan Fidel Castro.
 

Fidel Castro menyerahkan kekuasaan pada adiknya, Raul Castro, tahun 2008 setelah kesehatannya memburuk.
 

Masih ada beberapa hambatan yang mewarnai normalisasi hubungan dua negara bertetangga itu. Kuba ingin agar AS menghentikan embargo ekonomi, mengembalikan Guantanamo dan menghentikan sinyal radio dan televisi ke arah Kuba.
 

Sementara Amerika terus menekan Kuba untuk memperbaiki kualitas HAM, mendeportasi para pelarian politik yang mendapat suaka di Kuba, dan mengembalikan properti warga AS yang dinasionalisasi pada pemerintahan Castro. (fl/cnn/reuters)

Komentar