Kamis, 29 Juni 2017 - Pukul 14:11

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Budayawan Cianjur Sayangkan Pembatalan Helaran Budaya

Oleh: M. Arlan Akbar - Sabtu 15 Agustus 2015 | 16:15 WIB

Budayawan Cianjur Sayangkan Pembatalan Helaran Budaya

net

BERITACIANJUR.COM – Kelompok seniman dan budayawan di Kab. Cianjur menyayangkan pembatalan acara helaran budaya sebagaimana rutin di helat tiap tahun dalam momentum Hari Jadi Cianjur dan HUT Kemerdekaan RI.

 

Ketua Lembaga Kebudayaan Cianjur, Deni R Natamihardja mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan apabila helaran seni budaya sampai batal digelar. Pasalnya, acara tersebut sudah lama diadakan para pemangku jabatan di Cianjur. Bahkan bisa dikatakan sudah menjadi tradisi atau ciri khas Cianjur.

 

“Kegiatan pawai ini sudah lama dilakukan, dan tidak pernah sampai dilakukan. Selain merupakan salah satu sarana hiburan bagi masyarakat. Kegiatan pawai yang banyak diisi dengan suguhan seni budaya khas lokal ini juga sekaligus bisa menjadi alat untuk menarik para wisatawan ke Cianjur. Pastinya kita tetap berharap gelaran acara pawai masih bisa diadakan,” ujar Deni saat dihubungi “BC”, kemarin.

 

Ia menyarankan, ada baiknya helaran tetap dilaksanakan, sehingga tidak mengecewakan warga yang memang telah lama menantikan pesta rakyat tersebut. Kalaupun memang ada kekhawatiran terjadi singgungan dengan urusan politik, kenapa tidak para calon yang ramai-ramai turut diarak di dalamnya.

 

“Kan belum ada tuh paslon diarak dalam pawai secara bersamaan. Jadi sekalian sosialisasi bersama sama dengan KPU Cianjur juga, memberitahukan kepada masyarakat tanggal pelaksanaan pilkada,” tandasnya.

 

Senada, Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan menyesalkan keputusan tersebut. Selain sudah lazim juga sangat pantas dijadikan sebagai momentum promosi budaya Cianjur untuk membangkitan bidang pariwisata.

 

“Kalau sampai dibatalkan, ini baru kali pertama terjadi di Cianjur,” tandas Abah.

 

Abah pun menilai, ketimbang dibatalkan sebaiknya jadwalnya di undur, karena kekhawatiran akan dipolitisasi untuk kepentingan politik itu merupakan persoalan lain. Seharusnya kegiatan ni sebagai agenda pekan budaya, bila perlu difasilitasi surat keputusan bupati untuk melestarikan jadwal tahunan ini. Menciptakan agenda khusus, kunjungan tahunan pariwisata Kabupaten Cianjur yang dikelola pihak Disbudpar,” ungkapnya. ***

Komentar