Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:55

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Peserta Main-Main, Upacara Hari Pramuka Tidak Khidmat

Oleh: Susi Susilawati - Sabtu 15 Agustus 2015 | 17:14 WIB

Peserta Main-Main, Upacara Hari Pramuka Tidak Khidmat

Agung/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Ratusan anggota dan pembimbing pramuka dari setiap perwakilan sekolah yang berada di Kecamatan Cianjur mengikuti Upacara Hari Jadi Pramuka (HJP) ke 54. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Prawatasari (Joglo), Jumat (14/8).

 

Namun saat pelaksanaan berlangsung, peserta pramuka banyak yang melakukan sikap tidak disiplin bahkan terlihat asik dengan aktivitasnya masing-masing, hal tersebut membuat acara HJP kurang berjalan khidmat.

 

Menanggapi pelaksanaan HJP yang kurang khidmat, Pembina Pramuka SMPN 5 Cianjur, sekaligus pengurus Kuwara Ranting Kecamatan Cianjur, Dadan Hendaris mengaku menyesalkan hal tersebut.

 

“Iya saya cukup prihatin, karena anggota pramuka mulai dari pramuka siaga, pramuka penggalang, pramuka penegak dan pramuka pandega tidak bisa disiplin dalam pelaksanaan dan tidak saling memberitahu atau memperingati,” terangnya kepada “BC” seusai acara.

 

Lanjut dia, kegiatan yang setiap tahun diadakan ini harusnya bisa disikapi lebih tanggung jawab oleh para anggota. “Kalau untuk anak usia SD mungkin masih bisa dimaklumi, akan tetapi jika sudah berkenaan dengan anak usia SMP, SMA/SMK/MA dan para pembinanya, ini cukup prihatin dan harus dievaluasi sebagai perbaikan,” paparnya.

 

Sementara Kapusbindik Kecamatan Cianjur, sekaligus sebagai pembina upacara, Nandang Kosasih menerangkan, ketidaksiapan para anggota pramuka yang terlihat pada peringatan HJP ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan sikap kedisiplinan dan tanggung jawab.

 

“Saya akan memberikan teguran kepada pembina di setiap sekolah untuk bisa mengkondisikan para anggotanya serta menjadikan ini PR di tahun depan untuk bisa diperbaiki, memberikan pembinaan kedisiplinan secara ketat dimulai dari gugus depan,” ucapnya.

 

Namun yang harus tertanam dalam jiwa seorang pramuka yang mengikuti pendidikan nonformal ini, harus bisa semangat menanamkan jiwa kebangsaannya dan meningkatkan keterampilannya.

 

“Pembina dan anggota pramuka harus bisa lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran. Kemudian harus bangga menjadi anggota pramuka sebab mereka lebih dipersiapkan untuk ma diri menghadapi tantangan zaman,” harap Nandang.

 

Sedangkan Ketua Kwaran Kecamatan Cianjur, Cecep Rustandi mengatakan, kondisi yang terlihat pada saat kegiatan HJP tentu tidak mencerminkan kedisiplinan dan rasa menghormati satu sama lain. Hal tersebut, dikatakannya, perlu segera diperbaiki dan dibenahi, dimulai dari pembinanya terlebih dahulu.

“Dalam pramuka kan sudah diajarkan bagaimana cara bersikap untuk menghormati orang lain, masa dalam HJP-nya bisa berprilaku seperti itu, malu lah dimana jiwa sebagai pramukanya,” terangnya. ***

Komentar