Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Dahsyat! The First Convoy Battle in Indonesia

Internet

Senin, 17 Agustus 2015 - 10:13 WIB

interner/The First Convoy Battle in Indonesia
interner/The First Convoy Battle in Indonesia
A A A

BERITACIANJUR.COM,-- Ada satu peristiwa besar yang masih luput dari perhatian masyarakat pada masa kini, yakni Pertempuran dan Penyergapan konvoi Bojong Kokosan yang berlangsung dari 9 Desember 1945 hingga 12 Desember 1945.

Disebut pertempuran konvoi, karena pertempuran  terjadi saat sekutu menyelenggarakan konvoi (iring-iringan) kendaraan di jalan raya dengan kawalan ketat oleh mobil-mobil lapis baja dan tank-tank tempur untuk memperkuat pasukannya di Bandung.

Dalam buku Pertempuran Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946, peristiwa ini tercatat sebagai perang konvoi pertama di Indonesia (The First Convoy Battle in Indonesia), perang antara lapisan masyarakat melawan sekutu pemenang perang dunia kedua.

Pada masa penjajahan dulu, ada pepatah, ‘Jika ingin menguasai Indonesia, maka kuasai lah Jawa Barat terlebih dahulu. Kuasai Bandung’. Sepertinya, pepatah ini dipegang erat oleh kaum sekutu, Belanda.

Saat itu tercium kabar pasukan Belanda akan melakukan konvoy menuju Bandung melalui Sukabumi untuk membuat pertahanan. Konvoy tentara Belanda tersebut bermaksud untuk membantu dari belakang tentara Inggris yang tengah bertugas memulangkan tawanan mereka di Indonesia. Namun, rencana tersebut diketahui oleh para pejuang yang ada di daerah, termasuk Sukabumi.

Mengetahui rencana tentara sekutu, maka pejuang Sukabumi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Eddie Soekardi menyusun strategi dan taktik melawan sekutu, untuk mencegah masuknya tentara mereka ke wilayah Bandung. Eddie pun menempatkan empat batalyon di beberapa titik, mulai dari Cigombong hingga Gekbrong, perbatasan Sukabumi-Cianjur.

Ketika tentara sekutu mulai memasuki wilayah Sukabumi, semua pejuang telah bersiap di posisinya masing-masing. Mereka membiarkan sekutu masuk terlebih dahulu ke dalam perangkap, sebelum akhirnya diserang di daerah Bojong Kokosan. Strategi menyerang di Bojong Kokosan memang telah disusun Eddie sedemikian rupa.

Bojong Kokosan merupakan tempat yang dianggap paling srategis, karena secara geografis, wilayah ini diapit oleh dua tebing yang memudahkan penyerangan dari atas. Strategi perang ini dinamakan Eddie dengan‘memukul ular berbisa’, hal ini didasarkan pula pada bentuk jalan yang berkelok-kelok di wilayah Sukabumi.

Tentara sekutu yang datang dari Cigombong diibaratkan seekor ular (karena tengah berkonvoi), yang kurang lebih panjangnya 12 kilo meter, mulai dari ekornya di Cigombong, hingga kepalanya di Bojong Kokosan.

Akhirnya penyerangan pun dimulai saat ‘kepala’ tentara sekutu berada di Bojong Kokosan pada tanggal 9 Desember 1945. Semua lapisan masyarakat Sukabumi ikut berperang, bahkan kalangan wanita pun tidak ingin ketinggalan ikut mempertahankan wilayahnya.

Penyerangan ini dikenal sejarah internasional sebagai The First Convoy Battle in Indonesia. Hal tersebut tercatat dalam buku Pertempuran Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946. Bahkan Kolonel Doulton dari pihak sekutu yang saat itu juga terlibat dalam konvoi, turut menuliskan peristiwa besar tersebut melalui buku The Fighting Cock.

Sekutu yang terkejut tak mampu berkutik dari serangan yang diluncurkan pada peristiwa tersebut. Pada penyerangan itu, taktik yang dirancang Eddie sebenarnya adalah ‘Hit and Run’. Menyerang, kemudian mundur.

Namun, semangat yang dimiliki pejuang Sukabumi saat itu begitu besar dan bergejolak, hingga mereka lupa pada taktik awal, ‘Hit and Run’. Mereka terus menggempur sekutu selama sekitar satu jam, dan lupa untuk melarikan diri secepat mungkin. Akibatnya, resiko yang ditanggung pejuang ini adalah kehabisan senjata.

Menyadari masyarakat Sukabumi yang kehabisan senjata, sekutu pun berbalik menyerang dengan membabi buta. Mereka menaiki tebing pertahanan di Bojong Kokosan, mengebom, menembaki, hingga 12 orang pejuang kita tewas dalam penyerangan tersebut.

Ketika berada pada peristiwa genting itu, masih menurut Wawan, hujan besar turun disertai kabut yang tebal. Tentu saja kesempatan ini dimanfaatkan pejuang untuk bergerak mundur.

Turunnya hujan disertai kabut tebal pada pertempuran di Bojong Kokosan ini pun tercatat pada buku The Fighting Cock, The Story of The 23 Indian Division Chapter 21 dikenal dengan ‘cloud over Java’. Jika ditinjau dari kepercayaan agama, masyarakat percaya keajaiban tersebut datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa.

Saat kabut masih menyelimuti Bojong Kokosan, sekutu meluncurkan serangan udara dengan memborbardir wilayah ini. Sayangnya, serangan yang mereka luncurkan tanpa perhitungan yang tepat. Sudah tidak ada lagi masyarakat Sukabumi, justru mereka memborbardir tentaranya sendiri.

Pertempuran yang terjadi pada 9 Desember 1945 ini cukup banyak merugikan tentara sekutu. Bahkan komandan dari pihak sekutu terkena sasaran granat dan menderita luka parah, hal ini pula yang mendasari pertempuran ini menjadi perbincangan dunia internasional.

Karena merasa harkat dan martabatnya direndahkan, maka sekutu meluapkan amarahnya dengan memborbardir kawasan Cibadak, tak jauh dari Bojong Kokosan, pada 10 Desember 1945. Sekutu beranggapan kawasan Cibadak merupakan benteng pertahanan TKR, padahal daerah ini hanya berisi pasar tradisional.

Meski begitu, pengeboman yang dilakukan sekutu merupakan salah satu pengeboman terbesar di Jawa Barat, bahkan hingga menghabiskan anggaran tentara sekutu. Pasalnya, sekutu merasa gengsi dan marah, apalagi petinggi tentara mereka juga turut tewas dalam penyerangan.

Setelah pertempuran berakhir, jumlah korban dari para pejuang Bojong Kokosan disebut sebanyak 73 orang. Sedangkan dari tentara sekutu sekitar 50 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka parah. (fl/berbagai sumber internet)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 12 menit yang lalu

Ini Pemborosan dan Penyelewengan Anggaran

PENGAKUAN Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang menyebutkan bahwa dirinya dan pejabat Pemkab Cianjur lainnya termasuk bupati, menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Kapolres Minta Personel Jalankan Buddy System

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH mengimbau personelnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dilapangan sebagai upaya antisipasi aksi teror.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Karyawan Perumdam Tirta Mukti Tingkatkan Ibadah

BULAN Ramadan menjadi momentum setiap orang untuk berlomba mendapatkan pahala di bulan suci itu. Tak terkecuali para karyawan di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Disdukcapil Minta Perbaikan Jaringan Dipercepat

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait adanya gangguan server dalam pembuatan KTP elektronik dalam tiga hari terakhir.

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Bisnis Line 10 jam yang lalu

Paket Kombo D'Abah Jadi Menu Andalan 'Bukber'.

BULAN Ramadhan merupakan momentum keberkahan bagi umat Islam. Uniknya, momen keberkahan ramadhan ternyata dirasakan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga dirasakan oleh para pebisnis kuliner. Bagaimana…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

CAI Soroti Pendirian Mall GSP Ciranjang

PENDIRIAN Ruko dan Mall GSP Ciranjang kembali mendapat sorotan publik. Kali ini sorotan tajam disampaikan kalangan aktivis yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI).

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Pemicu Terjadinya Macet Di Ciranjang Bertambah

JALAN raya Cianjur - Bandung tepatnya di pertigaan jalan masuk ke pasar, Bojongpicung dan menuju jalan Jati, setiap harinya tak pernah sepi kendaraan motor maupun mobil.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Aktualita 24 jam yang lalu

Wabup Akui Nikmati Upah Pungut

TERNYATA, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengakui jika dirinya memang menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Kok bisa?