Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:23

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Dalam Sepekan, Ada Dua Pesawat Jatuh di Papua

Oleh: Maharaya Akbar - Senin 17 Agustus 2015 | 15:03 WIB

Dalam Sepekan, Ada Dua Pesawat Jatuh di Papua

net

BERITACIANJUR.COM – Kasus jatuhnya pesawat terbang kembali terjadi di wilayah Papua. Setelah lima hari lalu, pesawat Komala Air jatuh di dekat Bandara Udara Yahukimo, Minggu (16/8) lalu, kini Pesawat Trigana Air PK-YRN juga mengalami kecelakaan saat terbang dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

 

Tim SAR Jayapura sendiri sudah menemukan titik jatuhnya pesawata tersebut yang diduga berada di Gunung Tangok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dan dikabarkan sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

 

Kepala Tim SAR Jayapura, Ludiyanto mengatakan, pencarian akan dilakukan melalui jalur udara mengingat lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan pengunungan. "Armada yang akan kita libatkan mulai dari unsur SAR, Trigana, dan pihak TNI,” terang Ludiyanto, kemarin.

 

Sementara dalam keterangan pers di Kementerian Perhubungan Minggu malam (16/08), Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi warga setempat, pesawat Trigana Air jatuh setelah menabrak gunung Tangok yang terletak di Kampung Tiga, Distrik Oktabe, Pegunungan Bintang.

 

Saat itu, pesawat tengah mengangkut 49 penumpang dan 5 kru dengan pilot Kapten Hasanudin. Sebelum jatuh, sang pilot terakhir melakukan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Oksibil pada pukul 14.55. Pada pukul 15.00 menara pengawas berupaya mengontak pesawat tetapi tidak ada jawaban. Menurut jadwal pesawat Trigana Air seharusnya tiba di Bandara Oksibil pada pukul 15.04 WIT. (net)

Komentar