Selasa, 17 Oktober 2017 - Pukul 08:54

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

Arkeolog Tiongkok Temukan Kerangka Ibu-Anak Berpelukan

Oleh: Maharaya Akbar - Senin 17 Agustus 2015 | 18:00 WIB

Arkeolog Tiongkok Temukan Kerangka Ibu-Anak Berpelukan

net

BERITACIANJUR.COM – Pemandangan menakjubkan terjadi dalam penemuan arkeologi terbaru di Tiongkok baru-baru ini. Seakan memperlihatkan betapa kasih ibu berlaku sepanjang masa, Arkeolog Tiongkok menemukan dua kerangka yang sedang berpelukan. Kerangka yang diperkirakan berusia 4.000 tahun itu menggambarkan seorang ibu seolah sedang memeluk anaknya.

 

Para arkeolog berasumsi, ibu tersebut diduga sedang melindungi anaknya dari gempa dahsyat yang melanda Provinsi Qinghai, di bagian tengah Tiongkok, kurang lebih 2.000 Sebelum Masehi (SM). Kerangka itu sendiri ditemukan di situs yang diduga berasal dari awal Zaman Perunggu dan dijuluki sebagai 'Pompeii dari Timur'.

 

Para ahli meyakini bahwa situs tersebut dihantam gempa bumi dahsyat dan banjir bandang yang meluap dari Sungai Kuning. Namun, mereka tidak bisa memperkirakan seberapa besar bencana alam tersebut.

 

Kendati demikian, bencana alam tersebut diduga telah menghancurkan seluruh pemukiman yang dilaluinya, sama seperti Pompeii. Hanya saja, situs yang dikenal dengan nama Lajia itu usianya 2.000 tahun lebih tua dari kota kuno Roma tersebut.

 

Secara detail, kerangka tersebut memperlihatkan kerangka ibu yang sedang melihat ke atas sambil berlutut di lantai. Lengannya seolah sedang memeluk seorang anak yang menurut perkiraan arkeolog adalah anak laki-laki.

 

Arkeolog juga menemukan kerangka sepasang manusia yang berpelukan di lantai. Beberapa kerangka lain yang ditemukan juga menunjukkan dalam posisi yang hampir sama, saling berpelukan.

 

Lokasi Situs Lajia ini sangat terawat baik yang melukiskan gambaran tragis orang-orang yang mencoba untuk menyelamatkan keluarga mereka di tengah-tengah gempa bumi yang mengerikan. Situs Lajia pertama kali ditemukan di awal 2000-an.

 

Tim arkeolog menyajikan penemuan mereka tersebut di sebuah konferensi akademi. Ini adalah lokasi penggalian bencana terbesar di Tiongkok yang luasnya hampir 40.000 kaki persegi. (net)

Komentar