Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Jepang Akan Beri 'Sanksi' Hukum Warganya Yang Kegemukan

Maharaya Akbar

Senin, 17 Agustus 2015 - 18:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Bagi Jepang, gemuk menjadi hal yang ‘ilegal’ bahkan akan mendapat sanksi, terkecuali bagi para atlet sumo. Warga Jepang yang memiliki kelebihan bobot tubuh pun berisiko terkena sanksi.

Aturan unik ini dikenal dengan nama hukum Metabo yang berasal dari istilah metabolic syndrome, istilah resmi untuk obesitas di Jepang. Hukum Metabo mengatur ukuran berat badan ideal secara detail.

Hukum ini mewajibkan tiap warga Jepang memiliki lingkar pinggang maksimal sekitar 80 sentimeter bagi lelaki di atas usia 40 tahun, dan 90 sentimeter untuk perempuan pada umur yang sama.

"Yang memiliki ukuran pinggang lebih dari angka itu, maka mereka bakal dikenakan sanksi," seperti dikutip dari laman Telegraph, kemarin.

Hukum Metabo sendiri sebenarnya sudah mulai diaktifkan sejak tahun 2008 bagi para pekerja di Jepang yang berusia 40 hingga 75 tahun. Namun, aturan tersebut tentu saja tak berlaku untuk para atlet sumo yang masih aktif menjalani karirnya di bawah usia 40 tahun.

Meski berujung pada sanksi bagi mereka yang gemuk, sanksi yang dikenakan bukan berupa sanksi hukum secara perorangan melainkan lebih kepada penerapan pajak yang lebih besar bagi perusahaan yang memiliki karyawan-karyawan berbadan terlalu gemuk.

Karena itulah, tidak sedikit perusahaan di Jepang yang melarang karyawannya memiliki tubuh yang gemuk agar terhindar dari ancaman pajak negara tersebut. Karena hal ini pulalah, orang berbadan gemuk relatif lebih sulit mendapatkan pekerjaan di Jepang ketimbang mereka yang memiliki tubuh ideal.

Terlepas dari segala kontroversinya, hukum Metabo telah berjalan efektif di Jepang hingga kini. Bahkan, dalam daftar negara berpenduduk obesitas, Jepang berhasil menurunkan peringkatnya. (net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 8 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.