Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 13:33

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Jepang Akan Beri 'Sanksi' Hukum Warganya Yang Kegemukan

Oleh: Maharaya Akbar - Senin 17 Agustus 2015 | 18:00 WIB

Jepang Akan Beri 'Sanksi' Hukum Warganya Yang Kegemukan

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Bagi Jepang, gemuk menjadi hal yang ‘ilegal’ bahkan akan mendapat sanksi, terkecuali bagi para atlet sumo. Warga Jepang yang memiliki kelebihan bobot tubuh pun berisiko terkena sanksi.

 

Aturan unik ini dikenal dengan nama hukum Metabo yang berasal dari istilah metabolic syndrome, istilah resmi untuk obesitas di Jepang. Hukum Metabo mengatur ukuran berat badan ideal secara detail.

 

Hukum ini mewajibkan tiap warga Jepang memiliki lingkar pinggang maksimal sekitar 80 sentimeter bagi lelaki di atas usia 40 tahun, dan 90 sentimeter untuk perempuan pada umur yang sama.

 

"Yang memiliki ukuran pinggang lebih dari angka itu, maka mereka bakal dikenakan sanksi," seperti dikutip dari laman Telegraph, kemarin.

 

Hukum Metabo sendiri sebenarnya sudah mulai diaktifkan sejak tahun 2008 bagi para pekerja di Jepang yang berusia 40 hingga 75 tahun. Namun, aturan tersebut tentu saja tak berlaku untuk para atlet sumo yang masih aktif menjalani karirnya di bawah usia 40 tahun.

 

Meski berujung pada sanksi bagi mereka yang gemuk, sanksi yang dikenakan bukan berupa sanksi hukum secara perorangan melainkan lebih kepada penerapan pajak yang lebih besar bagi perusahaan yang memiliki karyawan-karyawan berbadan terlalu gemuk.

 

Karena itulah, tidak sedikit perusahaan di Jepang yang melarang karyawannya memiliki tubuh yang gemuk agar terhindar dari ancaman pajak negara tersebut. Karena hal ini pulalah, orang berbadan gemuk relatif lebih sulit mendapatkan pekerjaan di Jepang ketimbang mereka yang memiliki tubuh ideal.

 

Terlepas dari segala kontroversinya, hukum Metabo telah berjalan efektif di Jepang hingga kini. Bahkan, dalam daftar negara berpenduduk obesitas, Jepang berhasil menurunkan peringkatnya. (net)

Komentar