Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Demi Gaya, Mahal pun Tetap Diburu

Oleh: Astri Dwi Andriani - Selasa 18 Agustus 2015 | 17:30 WIB

Demi Gaya, Mahal pun Tetap Diburu

net

BERITACIANJUR.COM – Sneakers putih kini cukup digemari banyak fashionista Indonesia. Modis dan trendi, banyak orang mencari alas kaki berkesan sporty ini. Item tersebut bahkan selalu cepat terjual habis begitu tersedia di toko-toko. Seakan tak mau menyerah, demi memiliki sepasang sneakers putih keluaran brand sepatu ternama, tidak jarang dari mereka yang rela antre dalam daftar tunggu beli.

 

Salah satu pemilik toko sepatu yang ada di kawasan Jakarta, Adrian Riyadi menyatakan jika tren sneakers putih dimulai sejak 2013. Para pembeli sneakers putih di gerainya yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan adalah wanita juga pria. Menurutnya alas kaki seperti itu selalu ada di Indonesia namun memang sedang tren belakangan ini.

 

Hal serupa juga dinyatakan pemilik toko Emerge by Proud to Wear. Toko di bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan tersebut saat ini tidak memiliki sisa sneakers putih satu pun. Sang pemilik Budi Heryandito mengatakan jika sneakers putih di tokonya paling banyak digemari oleh wanita. Menurut pria yang akrab disapa Didit tersebut wanita lebih mudah tergoda.

 

"Sneakers wanita lebih cepat laku. Karena mereka kan kalau ada sesuatu yang lucu langsung beli. Kalau pria sneakers-nya memang lebih mahal juga jadi mereka mikir dulu. Wanita biasanya jarang keluar yang limited edition kalau ada itu pun langsung habis," kata Didit.

 

Didit mengatakan kegemaran fashionista Indonesia akan sneakers putih umumnya terinspirasi dari para selebriti dan fashion blogger. Berdasarkan pengalamannya, cukup banyak pembeli yang meminta sepatu dengan desain serupa milik fashionista yang terkenal di majalah atau media sosial.

 

Dari sekian banyak brand sepatu, adidas merupakan yang paling digemari ketika mencari sneakers putih. Pria 27 tahun itu mengatakan jika ada satu varian yang sangat laris belakangan ini. Bahkan banyak orang yang tidak mengetahui jika rangkaian sepatu itu masuk ke Indonesia.

 

"Kasus terakhir adidas Superstar Slip On. Itu masuk di beberapa toko tapi langsung nggak (ada) dimana-mana sampai orang nggak tahu itu masuk di Indonesia. Di Emerge by Proud to Wear sendiri cuma tiga atau empat hari langsung abis," tambah Didit.

 

Adidas memang merek sepatu favorit yang paling banyak mengeluarkan seri all white. Alas kaki tersebut banyak diminta sehingga jumlahnya tidak banyak di pasaran. Banyak distributor berani menjualnya dengan harga tinggi. Pembeli pun rela merogoh kocek lebih dari harga asli.

 

"Adidas Superstar Slip On sebenarnya hampir satu juta kalau di tokonya. Karena permintaan banyak dan langsung habis, para pedagang menaikkan harga sneakers itu jadi Rp 1,2 juta sampai Rp 1,6 juta. Ada juga yang waiting list. Di Proud to Wear, sudah ada 10 orang," tambah pria yang tergabung dalam komunitas pecinta sneakers, Indonesia Sneakers Team itu. (net)

Komentar