Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:02

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Ditanya Soal Japung Cirata, Sekda Jabar Memilih Bungkam

Oleh: Nuki Nugraha - Selasa 18 Agustus 2015 | 07:00 WIB

Ditanya Soal Japung Cirata, Sekda Jabar Memilih Bungkam

net

BERITACIANJUR.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa memilih bungkam saat dimintai keterangan terkait karut marut pengelolaan kolam jaring apung (japung) di perairan Waduk Cirata, khususnya di kawasan yang masuk wilayah administratif Kabupaten Cianjur.

 

“Soal itu saya masih kurang paham, takutnya nanti salah jawab, sensitif persoalannya. Bagusnya langsung ke dinas teknis saja ya,” ujar Iwa saat ditemui seusai acara Panen Raya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, belum lama ini.

 

Lain halnya dengan persoalan waduk Jatigede di  Kabupaten Sumedang, Iwa mengisyaratkan, disana dipsatikan tidak akan dibuka lahan usaha kolam japung seperti di Waduk Cirata. Alasannya, keberadaan kolam japung di lokasi waduk banyak menyebabkan turunnya kualitas air.

 

“Untuk dilokasi Waduk Jatigede kemungkinan kita tidak akan membuka lahan usaha kolam jaring apung. Tapi kalau untuk upper Cisokan, itu nanti harus kita konfirmasi lagi, soalnya pengelolaannya melibatkan campur tangan pihak PLN juga,” terangnya.

 

Sebagai informasi, kolam japung yang beroperasi di perairan Waduk Cirata sudah menembus angka 68 ribu unit. Selain diduga tak berijin, jumlah kolam sebanyak itu sudah melampaui batas maksimal (12. Ribu) sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat (Perda Pemprov Jabar) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Waduk Cirata.

 

Dari total kolam japung yang beroperasi di wilayah perairan Waduk Cirata, sebagian besar diketahui berada di wilayah admnistratif Kabupaten Cianjur. Sayangnya, akibat ketidakjelasan pengelolaan dan pengaturan kewenangan, Kabupaten Cianjur maupun kabupaten lainnya (Purwakarta dan Bandung Barat) tidak mendapatkan keuntungan apapaun dari potensi tersebut. ***

Komentar