Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:42

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Optimalkan Masa Keemasan Anak Anda

Oleh: Andini - Sabtu 21 Nopember 2015 | 17:00 WIB

Optimalkan Masa Keemasan Anak Anda

net

ADA beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan para orang tua dalam rangka untuk memaksimalkan masa emas anak.  Yang pertama adalah memberikan contoh dan teladan dalam keluarga. Orang tua merupakan contoh ideal yang akan ditiru anak.  Maka tak heran apabila anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya di rumah. 

 

Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan anak bisa jadi akan mirip dengan apa yang dilakukan orang tuanya.  Oleh sebab itu para orang tua hendaknya menjadi model yang baik agar anak bisa meniru yang nantinya juga akan menjadi pola hidup atau kebiasaan anak.

 

Yang kedua adalah tidak membebani anak. Masih ada saja orang tua yang memberikan target ataupun capaian yang harus diraih anak.  Sehingga anak akan memiliki beban yang berat untuk mewujudkan.  Pola pikir anak akan berpaku bahwa saya harus membahagiakan orang tua apaun caranya meskipun anak merasa tidak bahagia. 

 

Orang tua harus menyadari akan kemampuan anak dan tidak boleh ada pemaksaaan yang akan membuat anak menjadi stres dan tumbuh dengan hati yang tidak bahagia.  Seharusnya orang tua membebaskan anak berekspresi, berkreasi sesuka mereka karna pada masa ini anak lebih sering berimajinasi dan memiliki kreasi sesuka hatinya.

Yang ketiga adalah menstimulasi anak dengan mainan edukatif. Selain untuk menyenangkan anak, media mainan sangat bermanfaat untuk memaksimalkan kemampuan anak.  Konsep yang digunakan adalah bermain sambil belajar.  Karena ada beberapa mainan yang sangat membantu untuk mengoptimalkan kemampuan motorik anak.  Baik itu motorik halus maupun motorik kasarnya. 

 

Contoh menstimulasi anak itu sendiri dengan membebaskan mereka bermain puzzle atau mainan edukatif lainnya tanpa bantuan orang dewasa dengan terlatihnya motorik kasar dan motorik halus nya, dengan otomatis otak dan logika nya akan berjalan. Anak akan cerdas karna sering distimulasi dengan mainan mainan edukatif tersebut.

 

Yang keempat adalah menghargai usaha dan prestasi anak. Segala hasil dan jerih payah anak harus diberikan penghargaan agar anak tambah semangat dalam aktivitasnya.  Banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka untuk mengapresiasi atas prestasi anak. Jangan pernah membuat down atau mengkritik anak karna hasil karya mereka yang kurang bagus.

 

Karna diusia mereka belum bisa mendapat kritikan. meskipun hasil karyanya tidak bagus, kita harus memberikan penghargaan berupa pujian atau memberi hadiah pensil atau alat tulis lainnya, agar si anak esok harinya lebih semangat lagi untuk berkreasi sekreatif mungkin.

 

Yang kelima adalah menyekolahkan anak. Ada kalanya kemampuan orang tua sudah maksimal.  Maka dari itu kita bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk membantu memaksimalkan usia emas anak.  Caranya yaitu dengan memasukkan anak ke Play group, taman kanak-kanak, TPQ dan PAUD pada usia tertentu.  Tujuannya adalah agar perkembangan anak tumbuh maksimal dan sesuai dengan kurikulum yang sudah terstandar.

 

Yang terakhir adalah pemberian nutrisi yang bergizi. Makanan merupakan faktor yang penting dalam membentuk dan memaksimalkan kecerdasan anak.  Hindari anak mengkonsumsi makanan tidak sehat agar tidak mengganggu kesehatannya.  Karena anak cerdas membutuhkan fisik yang kuat.

 

Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam mendidik anak agar potensi dan kemampuannya bisa maksimal.  Kerjasama yang baik antara pihak ayah dan pihak ibu akan memperingan pekerjaan dalam mendidik anak.  Masa Golden Age anak bisa dioptimalkan agar anak bisa tumbuh sesuai dengan kemampuannya sehingga diharapkan anak akan bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat dan bangsa. (net)

 

 

 

 


 

 

Komentar