Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:41

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Agustusan Momentum Mengembalikan Tradisi Nenek Moyang

Oleh: Misbah Hidayat - Selasa 18 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Agustusan Momentum Mengembalikan Tradisi Nenek Moyang

agung/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Banyak tradisi yang dilakukan warga untuk tetap melestarikan seni dan budaya yang merupakan tinggalan nenek moyang, satu diantara tradisi itu adalah kesenian dongdang (rumah-rumahan yang berisi hasil bumi, red) yang masih dilakukan oleh warga Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah dalam menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-70. 

 

Kepala Desa Babakan Caringin, Deni Budiawan mengatakan, acara tersebut baru diadakan kembali dilingkungan desanya. Tujuannya sebagai upaya pelestarian budaya lokal terlebih acara diadakan bertujuan menjalin silaturahmi antar warganya.

 

“Acara seperti ini, sudah tiga dekade tidak kami laksanakan karena terkendala oleh berbagai alasan, khusus hari ini, Alhamdulilah kami bisa laksanakan kembali,” ujar Deni kepada “BC” Senin (17/8).

 

Diungkapkan Deni, dalam acara tersebut semua warga yang berasal dari 23 ke RT-an yang berada di wilayah Desa Babakan Caringin ikut terlibat dalam pagelaran budaya dengan ikut dalam helaran acara tersebut dengan membawa dondang yang berisikan hasil bumi.

 

“Bentuk dongdang yang dibawa warga bermacam-macam, ada yang berbentuk miniatur rumah hingga miniatur bangunan masjid,” ungkapnya.

 

Pihaknya berharap, dengan adanya peringatan hari raya Ulang tahun Republik Indonesia bisa menjadi momentum kembalinya kesadaran masyarakat terhadap budaya lokal, terlebih dengan adanya acara tersebut bisa membangun karakter warganya.

 

Sementara itu, Aos (63), warga Kampung Cirata Kaum RT 01/06 Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah memaknai perayaan hari ulang tahun negara Republik Indonesia pihaknya berharap negara Indonesia bisa menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

 

“Terlebih, dengan adanya peringatan yang dilaksanakan di desa ini, kami sebagai masyarakat merasa senang dan bangga menjadi rakyat indonesia khususnya menjadi warga Cianjur yang terkenal santun,” tutur Aos. ***

Komentar