Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:19

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

politik pemerintahan

PPP Tuding Presiden Jokowi Sibuk Pencitraan

Oleh: Disma Taryum - Selasa 18 Agustus 2015 | 07:00 WIB

PPP Tuding Presiden Jokowi Sibuk Pencitraan

net

BERITACIANJUR.COM – Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz kebagian tugas membaca doa saat upacara HUT RI ke-70 yang diselenggarakan Partai Gerindra dan Koalisi Merah Putih (KMP) di Jagorawi Golf Club, Gunung Putri, Jawa Barat, Senin (17/8).

 

Dalam doanya, Djan meminta Allah SWT melindungi Indonesia dari berbagai masalah ekonomi yang kini tengah melanda. Rupiah yang kian merosot, harga bahan pokok yang terus melambung, serta utang luar negeri yang menumpuk adalah beberapa masalah yang disebutnya.

 

"Lindungi bangsa kami dari keterpurukan ekonomi yang kian memburuk," ucap Djan di hadapan ribuan peserta upacara.

 

Djan tetap menyisipkan sindiran dan kritik kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan, dalam masa sulit ini para elite pemerintahan justru sibuk mengejar pencitraan. "Para pemimpin kami masih asyik mencitrakan dirinya tanpa rasa malu dan berdosa. Ya Allah, ya Tuhan kami. Mau ke mana negeri kami hari ini. Hanya Engkau yang bisa menjaga kami," ujarnya.

 

Djan pun minta agar bangsa Indonesia dijauhkan dari tiga golongan manusia yang dimurkai Allah. Tiga golongan itu adalah pemimpin yang tidak adil  hakim yang curang, dan ulama yang khianat.

 

"Jangan biarkan pemimpin kami kehilangan keadilan, kecerdasan, dan membohongi rakyat serta melupakan petunjukMu. Jangan biarkan pemimpin hukum di negeri ini berbuat curang, sewenang-wenang, dan menyembunyikan kebenaran," pungkas Djan.

 

Doa pengusaha properti ini mendapat pujian dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara. Menurutnya, apa yang dimohon oleh Djan sangat sesuai dengan kondisi bangsa saat ini.

 

"Itu doa sapu jagad, doa kebangsaan untuk kondisi negara saat ini," ujar Prabowo dalam pidatonya. (net)

Komentar