Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

politik pemerintahan

Tahun Depan, Setiap Parpol Disuntik Dana Rp 1 Miliar

Oleh: Putra Lugina Sukma - Rabu 19 Agustus 2015 | 08:00 WIB

Tahun Depan, Setiap Parpol Disuntik Dana Rp 1 Miliar

net

BERITACIANJUR.COM – Di tengah kuatnya keluh kesah warga dalam menghadapi situasi ekonomi yang serba sulit, kabar menggembirakan justeri menghampiri partai politik (parpol) di Kabupaten Cianjur. Dengan dalih untuk menghidupkan program pendidikan politik, Pemkab Cianjur berencana akan menaikan alokasi anggaran hibah bantuan parpol mulai tahun depan.

 

Mau tahu berapa besar anggaran hibah yang akan diterima masing-masing parpol nanti? Sesuai rencana, tercatat mulai tahun 2016 mendatang, masing-masing parpol akan menerima bantuan hibah sebesar Rp 1 miliar. Kali ini, lepas dari perolehan suara atau kursi, setiap parpol pemenang Pileg 2014 lalu mendapatkan nominal jatah bantuan yang sama.  

 

Dengan demikian, khusus untuk kepentingan pembinaan parpol, mulai tahun depan Pemkab Cianjur harus menyiapkan anggaran sebesar 11 miliar rupiah. Angka sebesar itu muncul karena berdasarkan hasil Pileg 2014 lalu, di Cianjur terdapat 11 parpol pemenang. 

 

Rencana penambahan alokasi bantuan hibah parpol hingga menembus angka 1 miliar rupiah per parpol ini dibenarkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana.

 

Menurut salah seorang pejabat senior yang akrab disapa Ajat, kebijakan itu diambil menyusul tidak optimalnya program pendidikan politik di Cianjur selama ini karena terkendala minimnya alokasi anggaran yang dimiliki masing-masing parpol. Ia mencontohkan anggaran hibah bantuan hibah parpol  yang dinilai masih minim.

 

Padahal, lanjutnya, anggaran tersebut dibutuhkan untuk memfasilitasi parpol dalam menjalankan program pendidikan politik  serta menghidupkan pengkaderan  dan organisasi sebagaimana tercantum dalam Undang Undang (UU) Partai Politik.

 

"Untuk bisa memaksimalkan pendidikan politik, dengan berbekal dana yang ada saat ini memang belum cukup. Makanya ketika ada wacana dinaikan, saya sangat mendukung. Soalnya, bagaimana pendidikan dan pengkaderan partai politik mau bisa berjalan maksimal kalau anggarannya saja minim,” ujar Ajat.

 

Terkait besaran alokasi bantuan hibah parpol, sambungnya, berdasarkan data yang ada di kantor Badan Kesbangpol, untuk tahun 2009-2014 ditetapkan sebesar Rp 897 per satu suara yang diraih parpol.

 

Ajat menambahkan, untuk mengatasi masalah macetnya pendidikan politik, pihaknya berencana akan menaikan bantuan hibah  pembinaan parpol  sebesar 1 miliar per parpol. Sesuai rencana, bantuan tersebut akan mulai direalisasikan tahun depan.

 

"Banyak yang mengeluhkan kalau uang pendidikan politik ini, dinilai masih belum maksimal dan perlu ada penambahan," paparnya.

 

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Fasilitasi Partai Politik dan Pemilihan Umum, Darojat Heriana memaparkan, total jumlah suara di Kabupaten Cianjur pada Pileg 2009 lalu sebanyak 1.049.822 yang terbagi ke dalam raihan suara sembilan parpol. Bantuan alokasi dana untuk parpol tersebut diberikan setiap tahun sejak 2009.

 

“Selama 5 tahun tersebut tidak ada penambahan alokasi anggaran. Soalnya pengesahan hanya satu kali dan alokasi sebesar itu berlaku selama lima tahun,” ujar Darojat.

 

Darojat mengaku, pihaknya seringkali mendapat keluhan dari sejumlah parpol terkait minimnya aloaksi dana bantuan untuk parpol tersebut. “Kalau mendengar masukan mereka aloaksi dana untuk parpol itu idealnya sebesar Rp 50 juta per Pimpinan Anak Cabang (pengurus kecamatan, red),” ucapnya. ***

Komentar