Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:47

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Serba-serbi Busana Kulit

Oleh: Andini - Rabu 02 Desember 2015 | 17:00 WIB

Serba-serbi Busana Kulit

ilustrasi/net

PENGGUNAAN material kulit pada busana wanita tak berarti menghilangkan sisi feminin. Dengan kombinasi bahan maupun desain struktur, busana tetap mampu memunculkan sosok wanita yang tangguh tanpa harus terlihat maskulin.

 

Material kulit menjadi kombinasi dari sederet bahan yang biasa digunakan untuk membuat busana. Material yang terlihat mengilat dapat digunakan secara utuh maupun bertumpuk dengan bahan lain.

 

Karen Millen, label pakaian dari Inggris, menjadikan material kulit sebagai salah satu koleksinya. Material yang ditampilkan tidak berupa kulit utuh melainkan ditampilkan dengan bentuk lain seperti Viscoose.

 

Material kulit yang diletakkan di bagian depan tampak elegan, sedangkan viscoose yang terkesan rapi memberikan sentuhan feminin. “Busana dengan bahan kulit rata-rata berbentuk rok pensil maupun celana skinny untuk menampakkan bentuk kulitnya,” terang Shilpa Dodani, Manager Label Karen Millen & Coast.

 

Alhasil, busana dari kulit kambing menjadi tidak terlalu maskulin dapat dipadukan dengan blus wanita yang penuh detail dan warna. Shilpa mengatakan material kulit tidak sekadar penghias busana.

 

Busana dengan bahan semacam ini menjadi koleksi untuk busana spring atau peralihan dari gugur ke musim panas. Dalam cuaca yang tergolong sejuk, busana berbahan kulit dapat membuat tubuh lebih hangat, sedangkan dalam suhu tropis, busana yang tidak sepenuhnya berbahan kulit tetap dapat beradaptasi dalam suhu yang kering dan lembap.

 

Denny Wirawan, merupakan salah satu desainer yang pernah menampilkan koleksi dari bahan kulit pada pergelaran tunggal di tahun 2009 pun ikut berkomentar. “Bahan kulit membuat tampilan lebih maskulin,” ujarnya.

 

Berbeda dengan Karen Millen yang membiarkan koleksinya muncul berupa kulit yang halus, Denny memilih menampilkan koleksi dalam bentuk struktur yang membuat material tidak jatuh. “Karena saya suka dengan struktur dan ini merupakan ciri khas saya,” ujar dia beralasan tentang koleksi yang berupa jaket tersebut.

 

Bagaimana dengan Anda? Redaksi “BC” menyarankan bahwa pakaian apapun yang Anda kenakan, baik itu berbahan kulit atau yang lainnya. Anda tetap harus percaya diri mengenakannya. Karena saat Anda percaya diri maka inner beauty dan kharisma akan terpancar dengan sendirinya.

 

Teknik Perawatan Pakaian Kulit

Untuk perawatan pakaian, Sapto, salah seorang desainer Indonesia mengatakan bahwa busana dari bahan kulit dapat dirawat dengan cara dry cleaning.“Hanya tidak boleh terlalu sering, minimal setelah dua kali pemakaian,” ujar dia.

 

Sisanya, kata dia, busana dapat diangin-anginkan setelah selesai dikenakan, sedangkan untuk penyimpanan, menurut Sapto, busana dapat dilipat dan menyisakan ruang renggang agar tidak terlalu bertumpuk dengan busana lainnya. “Kalau digantung, lace sebagai bahan pendukungnya akan melar,” ujarnya.

 

Adapun Shilpa menyarankan untuk menyimpan busana dari material kulit dengan cara menggantung. Pasalnya, kalau dilipat, material kulit dapat terlipat dan meninggalkan cetakan di busana. (net)

Komentar