Kamis, 14 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Pemdes Sukanagalih Kewalahan Hadapi Pengusaha

Asri Fatimah

Rabu, 19 Agustus 2015 - 08:30 WIB

asri fatimah/'BC'
asri fatimah/'BC'
A A A

BERITACIANJUR.COM – Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukanagalih Kecamatan Pacet dibuat tak berkutik menghadapi ulah pedagang kambing. Selain tidak mau mematuhi ketentuan perundang-undangan juga tak mengindahkan himbauannya untuk mengajukan permohonan izin usaha.

Saat ini, di wilayah Sukanagalih terdapat sebanyak 5 usaha perdagangan hewan kambing yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Tak satupun yang memiliki izin resmi yang diterbitkan oleh instansi terkait berhubungan dengan perdagangannya. Bahkan, aspek pembuangan limbah nyaris tidak menjadi acuan bagi usaha yang diminati oleh pembeli asal turis arab saudi.

“ Anjuran dari pihak desa kepada para penjual kambing muda yang saat ini sudah menjamur di beberapa titik diwilayah untuk membuatkan izin usaha  tak pernah digubris. Padahal itu dilakukan untuk kebaikan mereka juga selama berjualan di wilayahnya,” kata Kepala Desa Sukanagalih, Dudung Djaenudin kepada “BC”, kemarin.

Bahkan, Dudung menyebut salahsatu dari lima pengusaha itu dipanggil ke kantornya. Penyebabnya, adanya keberatan dari warga setempat karena usaha tersebut tidak mendapatkan persetujuan warga. Dari  pemanggilan tersebut disampaikan teguran sekaligus disarankan untuk segera membuat izin usaha tersebut.

“Bukannya mau mengikuti saran kami, malah mereka mereka beralasan itu hanyalah usaha kecil. Sehingga akan terlalu mahal jika harus menguruskan perizinan ke dinas terkait, tak sebanding dengan usaha yang mereka tekuni sekarang,” ungkapnya tanpa bersedia memerinci.

Izin, kata Dudung, menirukan ucapan para pengusaha dimaknai sebagai rintangan karena berbiaya tinggi. Usaha yang dianggap belum maju menjadi faktor penghalang lain. Padahal, usaha perdagangan kambing akan berdampak para lingkungan karena udara tercemar dan air menjadi kotor.

"Tidak hanya teguran tapi surat peringatan pun dari kami tidak pernah ditanggapi mereka. Alasannya terkendala biaya pengurusan administrasinya ditakutkan mahal. Padahal,  sebenarnya perizinan tersebut untuk kebaikan pelaku usaha tersebut, bukan untuk desa, “ kilahnya.

Sementara Kaur Trantib dan Linmas Desa Sukanagalih, Mahfud  Surahman, menyebutkan  upaya untuk memberikan saran dan masukan sudah pernah dilakukan. Terkait dengan perdagangan hewan di wilayahnya harus memiliki izin dari dinas terkait setelah memperoleh persetujuan warga dan rekomendasi dari pemdes Sukanagalih.

Alih-alih menyetujui saran yang diberikan, lanjut Mahfud, para pengusaha memilih untuk memberikan alasan lain diantaranya tempatnya hanya mengontrak. Pengusaha akan kehilangan usahanya tatkala pemilik rumah tidak menghendakinya berada disitu. Padahal, setiap izin usaha harus ditempuh sebelum mereka beroperasi maupun melayani pembeli.

"Pernah Saya datangi ke penjual langsung, dan memberikan himabaun untuk segera membuat izin, tetapi tidak di gubris sampai sekaramg dengan berbagai alasan yang dikemukakan," dalihnya.

Pemdes Sukanagalih terlihat pasrah menghadapi fenomena tersebut dan kini bola berada di tangan instansi terkait. Jika desa sudah tak berdaya menghadapi ulah pengusaha, akankan hal serupa dialami oleh instansi lain. Padahal, izin dipergunakan untuk kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 10 jam yang lalu

24 Siswa SMK Darmawangsa Siap Prakerin

Sebanyak 24 siswa kelas XI SMK Kesehatan Darmawangsa Cianjur, dinyatakan siap melaksanakan prakerin 2017-2018 dengan usainya pelaksanaan ujian pra-prakerin (UPP).

Aktualita 11 jam yang lalu

Cegah Difteri dengan Imunisasi

WABAH difteri di Cianjur makin meluas sehingga meneror masyarakat. Betapa tidak, di sepanjang 2017, tercatat 11 orang di lima lokasi berbeda terjangkit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Aktualita 11 jam yang lalu

Dinkes Bilang Vaksin Halal, MUI: Kami Belum Pernah Terbitkan Sertifikasi Halal

KEPALABidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Neneng Efa Fatimah mengatakan, masih banyak warga Cianjur yang belum sadar pentingnya imunisasi.

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Pegadaian Berikan 200 Kupon Servis Motor Gratis

CIANJUR - Akhir tahun 2017, banyak perusahaan adu promosi agar target perusahaan mereka tercapai. Sebut saja salah satunya Pegadaian Cabang Cianjur. Dalam rangka mempromosikan program mereka yang bertajuk…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Papamango Thai Laris Manis

CIANJUR - Siapa tak kenal dengan minuman jus mangga kekinian asal negeri Thailand, Mangothai yang kini tengah menjadi incaran para pecinta kuliner. Minuman ngehits ini mendadak menjadi idola dan hampir…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

MTs Manarulhuda Adakan Bengkel Kreasi Siswa

MTs Manarulhuda mengadakan kegiatan Bengkel Kreasi Siswa, selasa (12/12) pagi hari. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah itu dihadiri orangtua siswa dan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Pemkab Siap Laksanakan Kebijakan Satu Jalur

Uji coba kebijakan satu jalur di sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan Kabupaten Cianjur ditunda hingga awal Januari 2018. Fokus pengamanan dan rekayasa lalulintas menghadapi Natal dan Tahun baru menjadi…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Polres Cianjur Tingkatkan Kewaspadaan Kerawanan Terorisme

KEPOLSIAN Resor (Polres) Cianjur terus meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan terjadinya aksi terorisme di wilayah hukum Cianjur. Hal itu, diungkapkan Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, kepada…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Peringati HJK 2017 Kodim 0608 Cianjur Gelar Kegiatan Sosial

KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur melaksanakan berbagai kegaiatan sosial untuk memperingati Hari Juang Kartika 2017.

Aktualita 13/12/2017 07:23 WIB

Waduh, Jumlah Penderita Difteri Terus Bertambah

PENYAKIT difteri masih menghantui warga Cianjur. Terbaru, dua orang remaja harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi Anggrek, RSUD Sayang Cianjur, setelah dinyatakan positif difteri.