Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:55

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Produksi Sayuran di Cipanas Menurun Drastis

Oleh: Asri Fatimah - Rabu 19 Agustus 2015 | 08:30 WIB

Produksi Sayuran di Cipanas Menurun Drastis

asri fatimah/'BC'

BERITACIANJUR.COM - Produksi sayuran di perkebunan Cipanas mengalami penurunan tajam akibat musim kemarau panjang. Bahkan, terdapat beberapa komoditas yang sudah bisa ditanami sehingga mengakibatkan petani merugi.

 

Menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agrojaya Desa Sindangjaya Cipanas, Lili, musim kemarau ini produksi sayuran cenderung  menurun. Dalam kondisi normal, petani bisa memanen sayuran sampai 70 ton. Kini, petani hanya berhasil memanen 35 ton, hal itupun di tambah produksi sayuran dari wilayah yang lain.

 

"Saat ini penurunan produksi sayuran sangat terasa, malah ada juga beberapa komoditas sayuran yang sudah sulit ditanam akibat kemarau misalnya sosin," ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Penurunan produksi tersebut diakibatkan terjadi karena kemarau panjang. Pasokan air yang terus berkurang , menyebabkan beberapa lahan perkebunan alami kekeringan dan tak bisa di tanami lagi.

 

“Malah tak sedikit yang sudah ditanami dan siap dipanenpun,  penghasilan panennya kini jauh berbeda dari biasanya dan cenderung lebih sedikit, karena banyak yang layu dan mati,” tambahnya.

 

Salah seorang petani, Euis mengatakan jika saat ini dirinya sudah tidak bisa menanan sayuran. Soalnya, tanahnya sudah kering dan pasokan airpun sudah mulai berkurang. Jika dipaksakan, ulas Euis, hasil yang didapatkan tidak akan sebanding dengan pengeluaran. Produksi sayuran tidak akan seimbang harus membeli air untuk perawatannya. 

 

"Memang saat ini produsi sayuran menurun, saya saja dari dua patok kebun, hasilnya tidak seimbang, banyak yang layu dan kering. Kalau dipaksakan pakai air juga biaya terlalu mahal karena airnya harus beli, " pungkasnya. ***

Komentar