Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:55

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Aturan Berubah, Pencairan BOS di Cianjur Telat

Oleh: Susi Susilawati - Rabu 19 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Aturan Berubah, Pencairan BOS di Cianjur Telat

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah tahap dua di Kabupaten Cianjur molor dari jadwal. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur menjelaskan, hal tersebut dampak dari adanya perubahan aturan dari Kementerian Keuangan.

 

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Cianjur Tavip Supriyadi menuturkan, pencairan BOS untuk tahap pertama sudah selesai. Saat ini, pihaknya tengah memproses pencairan tahap kedua yang seharusnya sudah berjalan sekitar Juni lalu.

 

“Penyebabnya, ada perubahan aturan dari Kementerian Agama RI dalam mata anggaran yang tadinya 57 berupa bansos menjadi akun 52 belanja barang dan operasional. Sehingga Madrasah perlu membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahap pertama terlebih dahulu sebagai pengajuan ke Kanwil Jawa Barat untuk pencairan tahap kedua,” ungkapnya.

 

Dikatakannya, akibat perubahan tersebut, pencairan BOS tahap kedua terlambat sekitar dua bulan. Namun, begitu, pihaknya memprediksi akhir Agustus ini pencairan tahap kedua dapat dilakukan.

 

Disebutkannya, di Kabupaten Cianjur terdapat 377 madrasah dengan jumlah total peserta didik sebanyak 64.687 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 218 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan jumlah siswa 30.033 orang, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 112 dengan jumlah siswa 27.916 dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 47 dengan jumlah siswa 7.738 orang.

 

“Dari keseluruhan jumlah madrasah yang mengajukan pencairan tahap satu baru dicairkan untuk 241 madrasah, yang terdiri dari 165 MI, 48 MTs dan 28 MA. Karena mereka sudah memberikan persyaratan SPJ dan sudah diverifikasi oleh Kemenag kabupaten dan provinsi. Untuk besar bantuan, sekitar Rp 8.055.901.250,” tuturnya.

 

Dijelaskannya, nilai bantuan tersebut, untuk masing-masing tingkatan madrasah berbeda-beda. Siswa MI mendapatkan bantuan Rp 800 ribu per siswa per tahun, siswa MTs mendapatkan Rp 1 juta per siswa per tahun, sedangkan MA Rp 1,2 juta.

 

Lanjut dia, untuk pencairan gelombang kedua baru akan diberikan kepada 136 lembaga yang sudah selesai melengkapi SPJ. “Rinciannya, dari tingkat MI sebanyak 53 lembaga dengan besar bantuan Rp 1.511.139.200. Kemudian tingkat MTs sebanyak 64 lembaga sebesar Rp 3.916.216.600 dan MA sebanyak 19 lembaga dengan besaran Rp 3.998. 800.000. Sisanya sedang diproses, tinggal menunggu saja. Sebab adanya perubahan ini membuat lama pencairannya,” ucapnya.

 

Sementara itu, Pelaksana Kesiswaan Pendidikan Madrasah Kemenag, Nanang Komarudin mengatakan, perubahan mata anggaran BOS 2015 ini diharapkan dapat dipahami oleh pihak madrasah. Untuk membantu sekolah, Kemenag Cianjur gencar memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek).

 

“Bimtek tahap pertama sudah dilakukan dengan mengundang Kanwil Jabar. Sedangkan tahap kedua, baru akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2015 mendatang yang akan mendatangkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementrian Agama RI,” tambahnya. ***

Komentar