Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:20

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Program Buku Keliling Belum Optimal

Oleh: Susi Susilawati - Rabu 19 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Program Buku Keliling Belum Optimal

susi susilawati/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Kepala Arsip dan Perpustakan Daerah (Arpusda) Kabupaten Cianjur, Supanji melalui Fungsional Pustakawan Arpusda, Saepudin mengaku program buku keliling belum optimal.

 

Saepudin mengatakan, hal tersebut disebabkan oleh terkendalanya mobil operasional yang terbatas serta jarak tempuh. Saat ini, program buku keliling baru melayani 189 desa dari 354 desa yang ada di Kabupaten Cianjur.

 

“Di 189 desa tersebut, kita menempatkan 72 pos perpusatakaan di 12 kecamatan. Wilayah layanan, kita baru bisa melayani di wilayah utara dan timur Cianjur. Untuk selatan kita masih terkendala,” terangnya.

 

Dikatakannya, satu unit mobil bida menampung 1.000 eksemplar dengan 500 judul buku. Adapun dua mobil operasional yang ada, berasal dari bantuan provinsi dan pusat. Sedangkan untuk pemerintah daerah, pihaknya mengaku belum mendapatkan bantuan.

 

“Untuk 72 pos tadi, letaknya masing-masing wilayah berbeda, ada yang di pondok pesantren, atau tempat lainnya sesuai permintaan masyarakat. Untuk 12 kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangtengah, Cibeber, Warungkondang, Gekbrong, Pacet, Mande, Cikalongkulon, Ciranjang dan Bojongpicung,” ucapnya.

 

Ditambahkannya, untuk melayani kebutuhan minat baca masyarakat, pihaknya membuat jadwal kunjungan seminggu tiga kali, yakni Selasa, Rabu dan Kamis. “Per kunjungan langsung dua kecamatan. Biasanya kita membawa sekitar 40 buku baru untuk kemudian ditukar dengan koleksi buku yang lama yang ada di pos,” paparnya.

 

Pihaknya berharap, program buku keliling ini mendapat perhatian dari pemkab sehingga layanan untuk meningkatkan minat baca masyarakat meningkat. “Terutama soal targetkan kita untuk melayani minat baca di wilayah selatan bisa tercapai. Kalau saat ini, dipaksakan pun lebih tidak akan optimal,” tandasnya. ***

Komentar