Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:56

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

70 Tahun Merdeka, Jalan Desa Tetap Rusak

Oleh: Zenal Mustari - Rabu 19 Agustus 2015 | 09:30 WIB

70 Tahun Merdeka, Jalan Desa Tetap Rusak

zenal mustari/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Sungguh ironis di tengah hiruk pikuknya jutaan masyarakat Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70, sementara bagi masyarakat Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka. Sampai saat ini masih merasakan kesusahan, sebab ruas jalan menuju ke desanya mengalamai kerusakan parah.

 

Malahan kerusakan infrastuktur jalan tersebut bukan saja terjadi di lokasi tersebut karena ruas jalan sebagai penghubung antar kecamatan (ruas Jalan Campaka-Campakamulya) pun hingga sekarang masih mengalami kondisi serupa.

 

“Rusaknya jalan ini sudah berlangsung cukup lama, hingga sekarang kondisinya kian bertambah parah saja kalau pun masih bisa dilintasi namun harus ekstra hati-hati. Padahal, bangsa kita ini sudah 70 tahun merdeka. Akan tetapi bagi masyarakat di sini (Margaluyu, red) masih belum merasakan Kemerdekaan seutuhnya," ujar Dasep (35), warga setempat, kemarin.

 

Kalau pun belum bisa diaspal secara permanen, sambung Dasep, setidaknya diadakan dahulu upaya seperti cukup direhab dengan tambal sulam.

 

Senada diungkapkan Rohendi (28), yang berprofesi sebagai tukang ojek. Dirinya menuding, kalau pihak pemerintah hingga saat ini ditengarai tidak becus dalam mengelola kekayaan alam yang ada di Kabupaten Cianjur untuk kepentingan masyarakat.

 

“Terlebih lagi anggota DPRD yang notabenenya sebagai wakil rakyat. Namun, sayang Keberadaan mereka itu tidak lagi menyuarakan rakyat. Kami menyesal telah pilih para anggota dewan yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya saja. Padahal, di saat melakukan kampanyenya mereka berjanji akan memperjuangkan aspirasi jika mereka terpilih nantinya. Tetapi pada kenyataannya nol dan janji bakal memperjuangkan kepentingan masyarakat itu mana,” sesalnya. ***

Komentar