Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Jangan 'Golput', Manfaatkan Momentum Bersejarah!

Anton Ramadhan

Selasa, 08 Desember 2015 - 20:12 WIB

ilustrasi: berita cianjur.com
ilustrasi: berita cianjur.com
A A A

Sembilan Desember 2015 tidak berlebihan disebut sebagai hari penentuan masa depan 269 daerah, baik kabupaten, kota, maupun provinsi Indonesia untuk lima tahun ke depan. Ini berarti lebih dari separuh daerah akan melakukan penggantian pemimpin.

Sejatinya animo masyarakat menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2015 ini, terkesan biasa-biasa saja. Kalaupun ada euforia, ini hanyalah aksi para pendukung fanatik dari para calon pemimpin dan mereka penggembira. Artinya bisa disimpulkan ada kencendrungan menurunnya kuantitas dan kualitas pemilhan kepala daerah.

Kuantitas dan kualitas pilkada sangat mungkin mempengaruhi niat para pemilih untuk datang ke tempat-tempat pencoblosan. Namun begitu perlu diingatkan lagi, bahwa pilkada serentak adalah momen menentukan nasib daerah tersebut untuk melakukan perbaikan dan membangun di rentang waktu 5 tahun ke depan.

Jadi kelalaian para pemilih dengan mengabaikan hak suaranya (golput), justru akan berdampak pada hasil pembangunan nanti. Bila hasil pemilihan melahirkan pemimpin yang tidak diharapkan, tentu saja itu adalah konsekwensi dari kurangnya partisipasi masyarakat setempat, karena membiarkan aspirasinya diredam oleh peserta yang punya "amunisi" berlebihan. Karena sudah lumrah pilkada adalah ajang "investasi" kekuasaan.

Sekedar menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat sebisanya menyalurkan hak pilihnya, dengan memilih pasangan pemimpin yang berkualitas dan merakyat. Tidak hanya sekadar merakyat, namun nuraninya sangat mengerti kebutuhan rakyat yang dipimpin.

Pemimpin yang mengerti rakyat, sejatinya tak terukur pada masa kampanye pilkada yang sangat pendek rentang waktunya. Pemimpin yang aspiratif juga, tentu saja tak cuma dilihat dari satu person pemimpin yang maju dalam pilkada. Penilaian mestinya ditakar dari satu kesatuan pasangan calon kepala daerah. Karena kedua pemimpin akan menyatu dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sejujurnya negeri ini sedang dilanda banyak cobaan, hal ini memerlukan energi positif dari para pemimpin daerah yang energik, jujur, cekatan, dan berani bekerja keras. Kita membutuhkan wajah-wajah baru dari daerah yang "masih segar" untuk membangkitkan kembali semangat membangun Indonesia dari daerah. Semangat muda dan enerjik, dengan pasangannya yang mampu mengimbangi dan menjaga kedahsyatan spirit muda, baik karakter dan keimanannya.
 

Selamat memanfaatkan momentum bersejarah di negeri ini, khususnya bumi Cianjur. Jangan lewatkan hari bersejarah tersebut dengan memilih pemimpin 'ber-spirit' muda, mengerti hak hak rakyat dan tentu saja selalu berlandaskan keimanan yang kuat dan mengakar.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 46 menit yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?