Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:10

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Vonis 10 Tahun untuk Sutan Bhatoegana

Oleh: Disma M. Taryum - Kamis 20 Agustus 2015 | 06:16 WIB

Vonis 10 Tahun untuk Sutan Bhatoegana

net/ant

BERITACIANJUR.COM – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor  Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada mantan Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana. Selain itu, si ngeri-ngeri sedap ini dikenakan hukum membayar denda sebesar Rp 500 juta subsidair 1 tahun penjara.

 

Putusan ini dibacakan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/8). Majelis menyatakan Sutan terbukti bersalah menerima suap senilai USD 140 ribu dari Waryono Karno selaku sekretaris jenderal Kementerian ESDM.

 

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan kesatu primer," ujar Hakim Artha Theresia membaca isi putusan.

 

Sutan juga dinyatakan terbukti bersalah menerima sejumlah hadiah sesuai isi dakwaan kedua. Hadiah tersebut diantaranya uang USD 200 ribu dari Rudi Rubiandini selaku ketua SKK Migas dan rumah di Jalan Kenangan, Medan, Sumatera Utara dari pengusaha Saleh Abdul Malik.

 

Sementara dakwaan jaksa mengenai penerimaan satu unit mobil Toyota Alphard dari pengusaha Yan Ahmad Suep serta uang Rp 50 juta dari Jero Wacik, dinyatakan majelis tidak terbukti. "Menyatakan terdakwa Sutan Bhatoegana tidak terbukti secara sah sesuai dakwaan kedua primer dan subsider," ucap Hakim Artha. (net)

Komentar