Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:48

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Buntut Edaran Stop Berjualan, Bareskrim Periksa 'Bos' Asosiasi Sapi

Oleh: Disma M. Taryum - Kamis 20 Agustus 2015 | 06:18 WIB

Buntut Edaran Stop Berjualan, Bareskrim Periksa 'Bos' Asosiasi Sapi

net

BERITACIANJUR.COM – Bareskrim Polri membidik asosiasi pedagang daging sapi yang membuat surat edaran berisi himbauan agar pedagang tak jualan. Akibat ulah cerobohnya itu, dua petinggi dari asosiasi pedagang daging sapi sudah diperiksa, kemarin.

 

Kasubdit Indag Dittipideksus Kombes Helmy Santika mengatakan, dua saksi yang diperiksa itu yakni Joni Aliano dari Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), serta Haji Abud selaku Ketua Asosiasi Pemotong Hewan Indonesia (APHI).

 

"Untuk dua orang dari asosiasi itu kami mendalami surat edaran  yang dibuat mereka. Isinya seputar larangan berjualan," kata Helmy di Mabes Polri, kemarin.

 

Helmy menjelaskan, penyidik mendalami apakah ada unsur perbuatan melawan hukum misalnya hasutan di dalam surat asosiasi tersebut. "Ini lagi didalami," tegasnya.

 

Namun ia menegaskan, sejauh ini penyidik belum bisa mengambil kesimpulan apakah ada unsur melawan hukumnya. "Karena baru dua yang diperiksa (dari asosiasi)," kata Helmy.

 

Karenanya, pendalaman terhadap motif surat itu masih harus dilakukan. "Rencananya penyidikan akan melihat pada konsumen dan pasar terutama tempat distribusi PT BPS dan PT TUM," bebernya.

 

Selain itu, Bareskrim juga menggarap empat karyawan perusahaan penggemukan sapi  dari PT TUM dan PT BPS,  yang sempat digerebek pekan lalu karena diduga menimbun sapi. Bahkan, hari ini, Rabu (19/8), penyidik akan memeriksa Hasan, pemilik PT BPS. (net)

Komentar