Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:40

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Empat Irigasi Rusak, Para Petani di Pacet Gigit Jari

Oleh: Asri Fatimah - Kamis 20 Agustus 2015 | 10:00 WIB

Empat Irigasi Rusak, Para Petani di Pacet Gigit Jari

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Saluran irigasi yang terdapat di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet tidak lagi bisa difungsikan dengan baik. Hingga saat ini belum dapat beroperasi secara optimal sehingga pasokan air yang diperlukan lahan pesawahan menjadi terganggu.

 

Sebanyak 4 irigasi yang ada di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet mengalami rusak parah akibat hujan deras yang terjadibeberapa bulan yang lalu. Berkat swadaya masyarakat akhirnya dilakukan perbaikan, tujuannya untuk mengairi areal pesawahan. 

 

Menurut Kaur Ekbang Desa Sukanagalih,  Endang Abdulmutholib, dari empat irigasi yang rusak tersebut merupakan irigasi tersier, yang selama ini bisa mengairi pesawah milik warga.

 "Untungnya karena swadaya para petani, meski irigasi tersebut rusak namun tetap masih bisa sedikitnya mengairi sawah. Walaupun belum sepenuhnya  maksimal, karena perbaikannya saja seadanya," ungkapnya pada "BC” saat ditemui di kantornya.

 

Pihaknya berharap agar irigasi tersebut diperbaiki tidak hanya mengandalkan swadaya masyarakat. Sehingga kondisinya jauh lebih baik dan tidak mengakibatkan terulangnya kerusakan kembali. “Maklum saja karena sifatnya swadaya masyarakat, pasti tidak akan bisa maksimal dan memang kalau saja hujan besar pasti akan terbawa lagi dan kembali rusak lagi. Kita berharap agar dinas terkait bisa memperhatikan ini sehingga diperbaiki total,” tambahnya.

 

Salah seorang petani, Iskandar asal Kampung Pasir ringkik, mengatakan jika irigasi Jamidin yang selama ini mengaliri pesawahan milik warga tersebut sudah lima bulan ini rusak.  Lama tak kunjung diperbaiki, hingga pada akhirnya para petani gotong-royong memperbaikinya menggunakan 4 bronjong dan 4 engkel batu besar.

 

 Kendati demikian, setelah dilakukan perbikan ternyata belum sepenuhnya bisa mengairi lahan pesawahan. Petani, lanjut Iskandar, hanya mengandalkan hujan yang terjadi belakangan ini sehingga bisa mulai menanam padi.

 

 "Sudah lima bulan ini, bendungan atau irigasi Jamidin jebol, tetapi tidak ada perbaikan. Hingga akhirnya kita gotong royong beli bronjong, awalnya setelah diperbaiki airnya tetap sulit mengalir. Baru saat terjadi hujan, Alhamdulillah kembali ada air meskipun tidak maksimal," tuturnya. ***

Komentar