Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Desa Sukabungah Campakamulya, Desanya Anak Putus Sekolah

Zenal Mustari

Kamis, 20 Agustus 2015 - 10:30 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Sudah 70 tahun negeri ini merdeka, namun kondisi anak-anak di Indonesia umumnya masih sekian banyak yang putus sekolah. Seperti mayoritas anak usia sekolah di Desa Sukabungah, Kecamatan Campaka Mulya. Salah satu faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah orangtua yang mempekerjakan anaknya untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Kepala Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Agus Ramlan mengatakan, dari hasil survei di lapangan mayoritas anak usia sekolah (7-19 tahun) di wilayah Campakamulya, khususnya di Desa Sukabungah. Anak-anak tidak bersekolah itu dikarenakan faktor ekonomi orang tuanya rendah.

“Anak dari keluarga dengan ekonomi rendah cenderung putus sekolah, karena mindset orangtua masih membutuhkan anak untuk mencari uang,” kata Agus kepada "BC" kemarin.

Lebih lanjut kata dia, bagi anak-anak yang sudah mengenal uang cenderung menyepelekan pendidikan karena berpikir sekolah tidak perlu dilakukan. Sebab, tanpa sekolah pun mereka bisa menghasilkan uang sendiri. "Tingkat putus sekolah relatif rendah terjadi pada pendidikan dasar seperti SD, SMP dan selebihnya ke tingkat SLTA/sederajat," imbuh Agus.

Anak-anak dari keluarga sosial ekonomi rendah sambung dirinya, cenderung lima kali lipat lebih banyak yang putus sekolah daripada anak-anak berasal dari kelas sosial ekonomi menengah ke atas. Agus mengungkapkan, selain itu penyebab utama anak tersebut putus sekolah bisa juga karena jarak tempuh yang relatif jauh dari rumahnya ke sekolah serta pihak sekolah pun belum bisa menyediakan semacam ruas kelas khusus bagi siswa penyandang disabilitas seperti di tingkat SD.

Terkait dengan adanya upaya guna mengurangi angka putus sekolah untuk kelas ekonomi menengah ke bawah, Agus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam menangani masalah ini seperti halnya yang dilakukan GSC peduli terhadap pendidikan anak. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Aktualita 24/04/2018 08:00 WIB

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.