Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Desa Sukabungah Campakamulya, Desanya Anak Putus Sekolah

Zenal Mustari

Kamis, 20 Agustus 2015 - 10:30 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Sudah 70 tahun negeri ini merdeka, namun kondisi anak-anak di Indonesia umumnya masih sekian banyak yang putus sekolah. Seperti mayoritas anak usia sekolah di Desa Sukabungah, Kecamatan Campaka Mulya. Salah satu faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah orangtua yang mempekerjakan anaknya untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Kepala Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Agus Ramlan mengatakan, dari hasil survei di lapangan mayoritas anak usia sekolah (7-19 tahun) di wilayah Campakamulya, khususnya di Desa Sukabungah. Anak-anak tidak bersekolah itu dikarenakan faktor ekonomi orang tuanya rendah.

“Anak dari keluarga dengan ekonomi rendah cenderung putus sekolah, karena mindset orangtua masih membutuhkan anak untuk mencari uang,” kata Agus kepada "BC" kemarin.

Lebih lanjut kata dia, bagi anak-anak yang sudah mengenal uang cenderung menyepelekan pendidikan karena berpikir sekolah tidak perlu dilakukan. Sebab, tanpa sekolah pun mereka bisa menghasilkan uang sendiri. "Tingkat putus sekolah relatif rendah terjadi pada pendidikan dasar seperti SD, SMP dan selebihnya ke tingkat SLTA/sederajat," imbuh Agus.

Anak-anak dari keluarga sosial ekonomi rendah sambung dirinya, cenderung lima kali lipat lebih banyak yang putus sekolah daripada anak-anak berasal dari kelas sosial ekonomi menengah ke atas. Agus mengungkapkan, selain itu penyebab utama anak tersebut putus sekolah bisa juga karena jarak tempuh yang relatif jauh dari rumahnya ke sekolah serta pihak sekolah pun belum bisa menyediakan semacam ruas kelas khusus bagi siswa penyandang disabilitas seperti di tingkat SD.

Terkait dengan adanya upaya guna mengurangi angka putus sekolah untuk kelas ekonomi menengah ke bawah, Agus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam menangani masalah ini seperti halnya yang dilakukan GSC peduli terhadap pendidikan anak. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 21/01/2018 21:48 WIB

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.